Selasa, 31 Desember 2019

Mobil Kopling 5

Dia berhentikan motornya di tepi jalan lalu melihat ke arah Si Jablay yang sedang mengendarai mobil kopling ambulance. 

Dia lalu memberikan kode jempolan sambil tersenyum. Awalnya menyangka, itu tanda sumringah melihat Si Jablay sudah mampu menyetir 2 jenis mobil kopling. 

Tapi setibanya di RS, ramailah pembicaraan bahwa dia akan pergi selamanya meninggalkan pulau eksotis ini. 

Hati terasa pilu ditinggalkan orang-orang andalang. Dialah perawat super terampil dalam memainkan alat-alat penunjang medis yang serba canggih. Terbiasa kerja di ruangan IGD & ICU.

Banyak orang senang berada didekatnya karena tak pernah marah-marahan dan slalu berkata lembut, khas Bugis Bone. 

Dingin, introvert dan penuh rahasia. Menjaga pergaulan dan teramat penyayang termasuk kepada ayam bangkok peliharaan. Selamat jalan, kawan.

Minggu, 29 Desember 2019

Tim 4

Bingo ! Hasil akhir akreditasi, RS bertipe D madya. Sebuah capaian yang patut disyukuri dalam situasi eksternal RS yang belum ideal. 

Inilah pengalaman pertama kali RS mengikuti survey SNARS dimana Si Jablay ikut terlibat sebagai salah satu ketua tim pokja. 

Beberapa kelebihan internal sebagai penyebab "kemenangan" antara lain :

1. Ketua tim akreditasi RS berpengalaman dan terlatih. 

2. Personel anggota pokja dominan masih "berdarah segar", berorientasi hasil kerja dan sebagian kecil tlah berpengalaman ikut survey serupa di mantan RS-nya. 

3. Terciptanya suasana kerja yang relatif nyaman dan terasa kompak baik dari tim akreditasi maupun manajemen RS meskipun bermunculan beberapa "gelombang kecil" namun masih bisa diselesaikan secara dingin pakai otak sarjana.

Potong Bebek Angsa 3

"Budaya 'jolok-menjolok', 'saling memeras' dan kebiasaan 'kalasi' membuat sebagian bendahara UPTD merasa tidak nyaman lalu mengundurkan diri, "ungkap perawat 1. 

"Bagaimana caranya jika terjadi kekurangan anggaran?" 

"Itu akan menambah beban kerja buat bendahara karena harus mencari dana pengganti. Tapi biasanya kekurangan dana jarang terjadi, "jelas perawat 2. 

"Benarkah anggota dewan bisa memotong usulan anggaran hingga hanya 1/4-nya saja?" 

"Belum tahu. Tapi biasanya mereka berpatokan pada besaran anggaran tahun sebelumnya, " jawab perawat 2. 

"Kegiatan paling banyak menghabiskan anggaran?" 

"Kunjungan kerja & perjalanan dinas, " jawab perawat 1. 

Tantangan masa depan bagaimana mengurai benang kusut birokrasi peninggalan demokrasi beserta budaya kerjanya.

Potong Bebek Angsa 2

"Akhir tahun, org keuangan panen duit," ujar perawat 1. 
"Why?" 
"Para bendahara UPTD akan berlomba 'menjolok' daripada antri lama" 

"Bagaimana modus menghabiskan anggaran?" "Lebih baik dihabiskan daripada anggaran tahun depan dikurangi" 

"Caranya?" 

"Buat tambahan nota dan foto kegiatan dadakan beserta tanda tangan ala-ala" 

"Apa risikonya jika jujur mengembalikan anggaran?" 

"Risiko akan kekurangan anggaran tahun depan bisa saja terjadi, uang tambahannya darimana jika dana kurang? Lebih baik dana lebih daripada kurang," jawab perawat 2. 

"Sistem itu bersifat memaksa," kata Pemetik Harpa suatu hari. Sistem buruk akan memaksa individu warga termasuk aparat negara menjadi dominan buruk demikian pula sebaliknya.

Efek turunan sistem demokrasi saat ini, membuat sifat jujur malah berbahaya. Jujur mengembalikan anggaran sangat berisiko. Jadilah kebiasaan "kalasi" menjadi budaya demokratis.

Jumat, 27 Desember 2019

Galau 4

Sungguh Bunga Sakura tlah memberikan cahayanya yang penuh warna, bagaimana bangkit dari sebuah kejenuhan. Belasan tahun lamanya masa itu, hingga kini tak terasa lagi. 

Semangat hidup menghirup udara kebebasan dari belenggu kebiasaan buruk yang merantai. Dia terlihat lemah namun rupanya menyimpan misteri energi, pemicu perubahan. 

Tak memaksakan kehendak adalah kunci utama melihatnya semakin tumbuh berkembang. Tanamlah bunga maka akan terciptalah berbagai keindahan, tempat para kumbang melepaskan rasa rindu. 

Sementara, semesta dunia tersenyum melihat taman berbunga dipenuhi Bunga Sakura dalam beragam warna.

Galau 3

Hati riang gembira menyambut Bunga Sakura, bersemi lagi. Warnanya terlihat indah di pandangan mata. Panas dan kekeringan menerpa hingga jatuh berserakan ke pangkuan negeri jauh di sana. 

Bermekaranlah setelah layu sayu. Berserilah sesudah merana sendirian. Mari datang kemari dalam kerinduan yang tiada tara. 

Ayolah, warnai lukisan lama yang tlah kusut, dalam dunia hitam maupun putih. Raihan tangan slalu terbuka, terima peluk cium dari sinaran cahyamu. 

Terangi gelapnya dunia dari pancaran warnamu yang wangi semerbak. Beri harapan bukan kecemasan. Bikin gambaran tentang keyakinan yang nyata. 

Kuatkan diri di hadapan badai yang datang tak terduga. Setelah kabut berlalu, dunia pun kembali ceria, akan nikmatnya keindahan Bunga Sakura.

Kamis, 26 Desember 2019

Galau 2

Semalam diberikan mimpi seperti berada di Korea Selatan. Barangkali inilah jawaban dan sekaligus sebagai calon pengganti yang lebih baik akan kegalauan atas 2 pilihan. 

Meskipun masih sebatas mimpi namun berdasarkan pengalaman sebelumnya, mimpi berada di suatu tempat seperti di Papua, Malaysia, Arab Saudi dan Jepang slalu menjadi kenyataan. Bagaikan mengalami mimpi diatas mimpi. 

Bagaimanapun, rancangan besar maupun rencana masa depan biasanya berawal dari sebuah mimpi. 

Kapankah? Hari ini? Esok? Lusa? Tahun ini? Tahun depan? 5 tahun lagi? Entahlah. Waktulah nanti yang akan membuktikannya. 

Tugas sekarang adalah mengumpulkan bekal sebanyak mungkin demi melanjutkan perjalanan di bagian Bumi Allah lainnya.

Rabu, 25 Desember 2019

Galau 1

Tantangan lain di era edan dan dunia terbalik saat ini adalah mempertahankan kenetralan hati ketika godaan-godaan eksternal datang silih-berganti. 

Janganlah terlalu menyalahkan diri sendiri. Bila Anda ditawari makanan basi maka lebih baik menolak tanpa mencicipinya lagi. 

Alihkan hidupmu pada positivisme prestasi, larut menikmati alunan nasehat kehidupan dari para Pemetik Harpa dan terus-menerus memantaskan diri. 

Selain perbaikan internal, mesti jua, ubahlah kebiasaan lingkungan, tempat berinteraksi sehari-hari baik online maupun offline, semampu kalian. 

Sebagai sesama jablay dan kepada kawan-kawan jomblo, dengan sepenuh hati, tolong hentikan buang-buang energi dan waktu kalian, hanya untuk menuliskan bab alay tentang kehidupan baru "Mengurus Jodoh Orang Lain". 

Slalu rencanakan kesuksesan bukan malah kegagalan. Ambillah butiran anti galau dalam kotak obat kalian ! Semangat guys !

Senin, 23 Desember 2019

Ratu Hebring 1

Kemarin pagi, bersekutu dengan Ratu Hebring beserta para dayang, bantu persalinan sungsang letak kaki. Terkagum dengan keterampilannya dalam memimpin proses kelahiran si cabang bayi. 

"Pernah saya ikut pelatihan asuhan persalinan abnormal tapi baru kali inilah turut menyaksikannya secara langsung dengan kedua bola mata," ungkap Si Jablay. 

Kelahiran kaki menunggu waktu cukup lama, bokong mengikuti arah perputaran janin, bahu depan dengan mengangkat tubuh bayi ke atas kemudian bahu belakang dengan menurunkan tubuhnya ke bawah. 

Terakhir yang paling penting, melahirkan kepala dengan meletakkan jari di mulut bayi lalu menghelanya bersamaan tarikan pada tubuhnya. 

"Lakukan cepat dalam hitungan detik saat ibunya mengedan demi menghindari risiko berbahaya, kepala macet," jelasnya.

Sabtu, 21 Desember 2019

Ekonomi 1

Hasil diskusi dengan Pemetik Harpa tentang ekonomi konvensional vs Islam. Kajian ekonomi harus membedakan antara ilmu ekonomi dan sistem ekonomi. 

Ilmu ekonomi bersifat universal yang boleh diadopsi dari mana saja selama tak bertentangan dengan Islam. Misalnya membahas bagaimana meningkatkan memproduksi barang dan jasa menggunakan berbagai alat produksi.

Sistem ekonomi terdiri dari 3 jenis yaitu sistem ekonomi kapitalisme, sosialisme dan Islam. Misalnya bagaimana mengatur distribusi dan konsumsi dari barang-barang produksi dan jasa. 

Islam membedakan jenis barang ekonomi yang bernilai dan berharga. Barang ekonomi yang tak bernilai disisi Syara' meskipun ada harganya tak boleh diproduksi dan menjadi industri barang atau jasa misalnya produk miras, prostitusi, judi, narkoba dll.

Jumat, 20 Desember 2019

Mobil Kopling 4

Berakhirlah sudah, akreditasi rumah sakit yang mendebarkan. Benarlah sabda alam, semua kesulitan dan kesenangan akan ada hari endingnya. 

Yakinlah bahwa duniamu akan slalu berjalan, berjalan cepat, berlari lalu berlari kencang. Namun tak selamanya energimu hanya dihabiskan dalam kecepatan. 

Setelah berlangsung cepat, tubuhmu akan kembali kepada kondisi biasa, berjalan. Tidur dan duduk merenung hanyalah sekian persen, tak seberapa banyak dari siklus hidupmu. 

Lalu Engkau harus bangkit dan kembali berjalan. Tak ada rasa malas. Yang ada hanyalah kata rajin. 

Anda rajin tidur, nonton, makan, bermain game, bercermin dan bersolek sementara dunia sekelilingmu terus berjalan. 

Segeralah membunyikan mobil koplingmu yang mogok lalu berjalanlah seperti biasa.

Kamis, 19 Desember 2019

Tim 3

Selain cekatan menyelesaikan tugas, sebagaimana Jeng Sukabumi, emosinya paling stabil diantara anggota tim. Maybe, ini efek positif dari sebuah pernikahan. 

Statusnya bukan jomblo dan jablay yang sering gaduh gelisah. Bagaimana tidak, fisik Sang Suami slalu dekat disisi, ganda bersama setia melayani pasien IGD. 

Dialah anggota tim andalang yang berguna membantu dan mengontrol hasil kerja 2 anggota tim lainnya. Sementara hasil kerja Jeng Sukabumi, cukup dipantau dari "kejauhan" akibat putusnya komunikasi online dan offline. 

"Sifat wanita, berikan waktu untuk menyelesaikan tugas sendiri tanpa memaksakan kehendak," tips Jeng BPJS. 

Karakter umum Suku Sunda, halus selembut sutera, sehingga Si Jablay tak berani melakukan intervensi lebih dalam.

Tim 2

Kerja cerdas dengan memberikan "suntikan" reward, punishment dan batas waktu, terbukti sangatlah efektif dalam menggenjot selesainya sisa tugas yang belum mencapai target. 

Tips yang dipraktekkan Big Bos sebagai ketua akreditasi rumah sakit ini, menjadi perhatian utama Si Jablay yang masih ingusan dalam memimpin suatu kelompok. 

"Kejutan" terjadi ketika salah satu anggota tim bermanuver keluar dari asuhan WAG. "Ngambeknya" Jeng Sukabumi Andalang yang punya pengalaman akreditasi ini, membuat terputusnya komunikasi online dan offline Si Jablay. 

Sebelumnya, satu anggota tim, Perawat Andalang, tak bisa melanjutkan kerja karena masih berbulan madu di Bulan Desember yang ceria. 

Rupanya, tugas tambahan diselesaikan juga oleh Si Jeng dengan style-nya sendiri, diam dan tuntas. Dia juga paling aktif menjawab pertanyaan surveyor dan memperlihatkan berbagai bukti regulasi. Wow, luar biasa !

Tim 1

Hari ke-2 akreditasi rumah sakit, menyenangkan sekaligus menegangkan. Alhamdulillah, kerja tim pokja yang diketuai Si Jablay dalam pembuatan regulasi, sangatlah memuaskan. 

Inilah pertama kalinya, seni memimpin suatu kelompok terasah. Mengarahkan berbagai karakter dan kebiasaan orang lain tak semudah mengatur diri sendiri. 

Tantangan terbesar pimpinan bukanlah memberikan rasa semangat kepada anggota yang terlanjur rajin melainkan bagaimana mendorong "mobil mogok" kembali berjalan. 

Butuh kesabaran dan ketenangan dalam melihat suatu perubahan. Dalam suasana tidak ideal, memaksa Anda tak hanya mengutamakan kerja keras melainkan juga kerja cerdas. 

"Pakailah otak sarjana kalian ! Rasa lelah hanyalah sementara" tulis Si Jablay dalam asuhan WAG.

Jumat, 13 Desember 2019

Dingdong 1

Pertama kali, bincang-bincang lama di Sari Laut miliknya, bersama Si Jablay, pelanggan setia ayam geprek. Tadi pagi dengan ibunya, datang mengunjungi poli, misteri berjalan pincang, akhirnya terjawab. 

"Dahulu saya pengusaha wahana hiburan malam selama 10 tahun. Biasa berkeliling Pulau Sulawesi dengan jumlah karyawan 30 remaja yang tak terurus lagi oleh keluarganya. Berbagai jenis alat permainan anak-anak beserta mesin dingdong" doi memulai cerita pada zaman dahulu.

"Mesin judi?" 

"Ya, permainan itu berhadiah bungkusan rokok. Judi malah menjadi pemasukan utama. Pendapatan alat permainan lainnya tak seberapa." 

"Penghasilan per malam?" 

"5 juta ke atas" 

"Tak takut?" 

"Mau bagaimana lagi, limpahan uang melupakan segalanya." 

Pria berambut gondrong itu terdiam sejenak lalu berkata, "Bisnis itu tidak membawa berkah. Uang yang banyak tak tahu lari kemana. Rumah sendiri tidak punya apalagi aset tanah. Tak ada rasa tenang dalam hidup."

Haru 1

Usia 60-an tapi tubuh masih terlihat kuat. "Saya petani" "SKBS ini untuk apa?" "Mendaftar haji" "Lama daftar tunggu?" "10 tahun, menurut anak saya, daftar saja nanti dia yang akan membiayai menjadi haji plus" "Biaya?" "275 juta"

"Apa pekerjaan anak bapak?" "Dosen di Universitas H. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan" "Ada bisnis lain?" "Banyak mengajar di tempat lain. Bisnis buku dengan pendapatan bisa mencapai 100 juta per tahun" 

"Anak bapak yang lain?" "Alhamdulillah sarjana semua, tersisa anak ke 4 dan 5 yang masih kuliah" "Luar biasa, bapak berhasil mendidik anak-anak" 

"Ia. Hasil berkebun jambu mete" Sesaat suasana hening. Dia tampak mengingat dan memikirkan sesuatu. Perjuangan hidup, rela meninggalkan perkampungan dan tinggal di kebun terpencil selama bertahun-tahun demi membiayai sekolah anak-anak. 

Suaranya segera berubah menjadi serak, tak kuasa meneruskan pertanyaan, Surat Keterangan Berbadan Sehat di-stempel dan ditandatangani. "Ini suratnya, Pak" "Terima kasih, Dok" 

Tiba-tiba dia mengambil tangan Si Jablay lalu menciumnya. "Oh tidak, mengapa melakukannya?" Tangan itu tak pernah dicium oleh orang berusia tua. 

Tanpa menjawab, bapak itu segera berlalu meninggalkan ruangan poli. Selintas, kedua matanya tampak berkaca-kaca sementara Si Jablay menahan rasa haru.

Kamis, 12 Desember 2019

Mendadak Bicara 6

Selain punya pengalaman luas bertemu banyak pejabat dengan bekal ilmu komunikasi dan marketing terapan, juga tak canggung berbicara di depan umum melakukan penyuluhan. 

"Sudah terbiasa bagi kami karena tuntutan tugas dan praktek sebagai mahasiswa kesehatan masyarakat," ujarnya dalam ruangan poli. 

"Penyuluhan dianggap gagal jika perilaku peserta tak ada yang berubah. Ukuran keberhasilan bukan pada hapalan isi materi tapi paling penting pemahaman," tambahnya. 

"Contoh?" 

"Cara cuci tangan," jawabnya. 

"Isi slide tak perlu semua dijelaskan karena batasan waktu. Lakukan juga improvisasi seperlunya," tambah Jeng BPJS Andalang. 

Tips yang ditiru Si Jablay sebagai salah satu narasumber di acara Seminar Bahaya Narkoba & Teknologi di Era 4.0.

Mendadak Bicara 5

Ketika Jeng BPJS berbicara di depan peserta seminar Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan Teknologi di Era 4.0, demi menjawab pertanyaan seorang siswa yang tak bersedia ditanggapi oleh 3 narasumber, Pak Kapolsek berkata kepada Si Jablay, "Di Malaysia, orang kedapatan membawa narkoba hanya 1 gram bisa dihukum mati." 

"Di Jepang, orang mabuk yang mengendarai mobil akan dicabut SIM-nya," ungkap Si Jablay sebelumnya di tengah forum. 

"Dalam Islam, produsen, distributor, pemilik, penjual dan pembeli barang yang bisa merusak akal akan dicambuk, dikurung selama 15 tahun dan didenda sebanyak kelipatan harga barang. Bisa dihukum mati jika mereka membunuh, memperkosa, liwath atau membegal setelah hilang akalnya," tulis Pemetik Harpa melalui WAG.

Rabu, 11 Desember 2019

Mendadak Bicara 4

Penasaran perbedaan muskir dan mufattir, Si Jablay bertanya melalui WAG. "Muskir (khamar) sedikit atau banyak tetap haram diminum sedangkan mufattir (zat adiktif) tergantung dosis," tulis Pemetik Harpa. 

"Khamar adalah alkohol berjenis etanol sedangkan mufattir merupakan narkoba selain alkohol," terang Si Jablay dalam forum seminar Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan Teknologi di Era 4.0 

"Selain dosis, penggunaan mufattir, hendaknya mempertimbangkan kepentingan apa, siapa yang memberikan dan otoritas apa yang mengawasi," tambah Pemetik Harpa. 

"Seperti penggunaan jenis narkoba oleh kalangan dokter di rumah sakit atas indikasi medis," pikir Si Jablay. 

"Bagaimana dengan daun ganja buat campuran makanan?" 

"Ganja belakangan diketahui sebagai zat adiktif yang menimbulkan dharar dan dhirar. Status hukumnya sama dengan mufattir," tutup Pemetik Harpa.

Mendadak Bicara 3

"3 cara mencegah penyalahgunaan narkoba. Meningkatkan ketakwaan individu, masyarakat dan negara. Ketakwaan negara paling besar pengaruhnya yaitu dengan menerapkan aturan yang punya efek jera," jawab Si Jablay kepada siswa penanya. 

"Ketakwaan individu dengan memberikan pemahaman bahwa alkohol sebagai jenis muskir dan jenis narkoba lainnya sebagai jenis mufattir terlarang dalam Islam. Juga adanya larangan dalam Islam untuk tidak melakukan perbuatan yg berpotensi membahayakan (dharar) dan terbukti berbahaya (dhirar). Ketakwaan masyarakat dengan meningkatkan peran aktif warga beramar makruf nahi mungkar. Ibarat seperti kapal yang akan tenggelam jika 1 orang saja sengaja melobangi dan penumpang lain membiarkannya."

Mendadak Bicara 2

Seorang siswa berdiri lalu bertanya, "Kenapa Indonesia, angka pemakai narkoba sangat tinggi padahal sudah memiliki hukum?" 

Isi materi menerangkan bahwa jumlah kasus hampir sama dengan gabungan penduduk Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. "Mereka bisa membentuk 2 provinsi baru," sentil Si Jablay disambut gelak tawa para siswa dan mahasiswa. 

"Satu orang mati setiap setengah jam. Korbannya jauh lebih besar daripada kasus terorisme." Para peserta terlihat berpikir. 

"Kerugian dana karena penyalahgunaan narkoba setengah dari total anggaran kesehatan Indonesia 2019." Panitia mahasiswa terperanjat. 

"Penegakan hukum kita lemah karena banyak pertimbangan kemanusiaan. Aturan hukum kita juga masih turunan peninggalan Belanda," jawab Pak Kapolsek.

The Dark Side 4

Sehari sebelumnya, di ruangan poli, Jeng Arisan berkata, "narkoba sudah masuk ke pelosok daerah, bulan lalu, 4 orang pengedar tertangkap polisi." 

"Bagaimana dengan kasus prostitusi?" tanya Si Jablay. "Di pertengahan tahun, ada 4 wanita asal kota K suku T masuk ke pulau ini, difasilitasi oknum kepala desa." 

"Kenapa terjadi pembiaran?" "Warga tak mau berurusan sebagai saksi narkoba, terlalu repot bolak-balik ke kantor polisi. Keamanan diri juga bermasalah sebagai saksi karena akan berhadapan dengan jaringan berbahaya. Akhirnya, polisi hanya mengandalkan barang bukti yang juga sulit ditemukan. Prostitusi tak diusut jika tak ada gugatan dari masyarakat." 

"Lalu?" 

"Aparat sipil sebagai pengayom masyarakat banyak bermasalah, diantara 10 orang, hanya 2-3 orang yang bebas dari jeratan miras dan prostitusi." Informasi mentah yang masih perlu pembuktian.

Mendadak Bicara 1

Alhamdulillah, selesai sudah kegiatan seminar tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkoba dan Teknologi di Era 4.0. Mendadak ditunjuk oleh Dirut RS sebagai salah satu narasumber, hanya 1 hari sebelumnya. Penyelenggaranya adalah himpunan mahasiswa W. 

Syukurlah, ada bantuan dari Jeng BPJS Andalang yang mampu mengumpulkan dan mengedit secara cepat dan cermat bahan materi. Juga ada Si Rambut Landak, Apoteker Andalang yang cerdas dan terlalu tamvan. 

Pengalaman pertama kali mengisi seminar selama hidup. Dulu, sekitar 3 tahun lalu bertindak hanya sebagai moderator seminar di Sorong, Papua Barat. 

Pembicara lain, Kepala Dinas Kominfo & Kapolsek. "Kenapa memilih tema itu?" tanya Si Jablay. "Respon dari kasus tertangkapnya 5 orang pengedar narkoba di Pulau W, bulan lalu," kata Ketua Panitia.

Senin, 09 Desember 2019

Potong Bebek Angsa 1

Di ruangan IGD, seorang Perawat Andalang membandingkan keadaan suatu kabupaten dengan kabupaten lainnya yang lebih maju. 

"Bagaimana bisa kita membangun lebih cepat dan memberikan pelayanan lebih baik jika usulan anggaran tak disetujui dan dipotong oleh anggota dewan?" tanya doi beretorika.

"Potongan sekitar berapa?" tanya Si Jablay. Doi lalu memberikan angka dalam jumlah eM-eMan, berapa yang diusulkan dan berapa yang dipotong. 

"Apa? Hanya 1/4 disetujui? Artinya 3/4 anggaran dipotong?" tanya Si Jablay "keheranan". "Ya" jawabnya. 

Si Jablay lalu teringat dengan perkataan lama kepala inspektorat kabupaten, "anggaran kesehatan kita (5% dari APBN & 10% dari APBD) belum bisa sesuai dengan amanah undang-undang karena akan memangkas anggaran UPTD lainnya." 

Inilah lingkaran setan, problematika sistemik demokratis yang tlah lama menggurita.

Suami Andalang 7

"Bagaimana kebiasaan pejabat atau pemegang proyek, Suami Andalang, rendah bagi-baginya?" tanya Perawat Andalang. 

"Minimal ada 4 penyebab yaitu untuk mempertahankan posisi, membiayai gaya hidup, memenuhi kebutuhan hidup dan membayar pelayanan negara baik dirinya, isteri, anak-anak dan tanggungan keluarga lainnya," jawab Si Jablay. 

"Jadi kesalahan bukan murni personalnya melainkan ada faktor eksternal lainnya berupa kebiasaan, budaya dan aturan tertulis maupun tidak tertulis yang 'memaksa' mereka seperti itu. Itulah disebut faktor sistemik," tambah Si Jablay. 

"Meskipun awalnya orang itu baik ibadahnya?" tanya Perawat Andalang. "Ya, seringkali seperti itu, karena faktor sistemik bersifat 'memaksa'. Orang bagus ibadahnya saja bisa seperti itu apalagi yang tidak," tutup Si Jablay.

Suami Andalang 6

Buntut tulisan Suami Andalang 5 di https://udakwah.blogspot.com/2019/12/suami-andalang-5.html?m=1, seorang Dokter berdomisili disekitar ibukota bertanya melalui WAG tentang kasus wafatnya seorang Suami Andalang, meninggalkan 1 isteri dan 4 anak perempuan. 

"Bagaimana tanggungan nafkahnya jika mereka tak mampu dan tanpa harta warisan yang cukup?" tanya doi.

"Kebutuhan primer isteri berada dalam tanggungan saudara laki-laki isteri almarhum sedangkan kebutuhan primer anak-anaknya berada dalam tanggungan saudara laki-laki almarhum," tulis Si Jablay. 

"Jika ada harta warisan maka biaya hidup diambil dari jatah pembagian harta warisan masing-masing milik isteri dan anak-anak almarhum. Bila anak-anak masih kecil dan belum mampu mengelola harta maka hak pengelolaan harta jatuh pada saudara laki-laki almarhum (om bagi anak-anak almarhum)," tambah Pemetik Harpa.

"Kenapa harta itu tak dikelola ibunya?" tanya Si Jablay. "Karena ibunya punya hak menikah lagi sedangkan harta warisan keduanya sudah berbeda," jawab Pemetik Harpa.

Minggu, 08 Desember 2019

Suami Andalang 5

"Bagaimana dengan kasus ini, suami isteri bercerai, memiliki 4 anak perempuan (2 diantaranya bekerja) dan 1 anak laki-laki yang masih bercelana merah. Suami sudah tak bekerja karena sakit kronis. Doi mempunyai 3 saudara laki-laki yang semuanya bekerja pas-pasan dan 1 saudara perempuan yang tajir. Siapa paling bertanggung jawab menafkahinya?" tanya Si Jablay. 

"Saudara laki-lakinya karena anak laki-lakinya belum bekerja. Anak dan saudara perempuan tak wajib menafkahi tapi boleh menyantuni dengan imbalan pahala," jawab Pemetik Harpa. 

"Seandainya org itu tak punya ahli waris atau tak ada ahli warisnya yang mampu bekerja, siapa berkewajiban menafkahi?" Si Jablay kembali bertanya.

 "Negara, melalui baitul maal. Jenis kebutuhan yang wajib dinafkahi oleh ahli waris atau negara adalah kebutuhan primer seperti sandang (pakaian), pangan (makan & minum) dan papan (tempat tinggal). Sementara pelayanan kesehatan dari negara mestinya gratis dan mendapat kunjungan rumah oleh 2 perawat. Itu bisa terjadi dalam Sistem Islam," tutup Pemetik Harpa.

Suami Andalang 4

"Bagaimana perbedaan Sistem Islam dg Sistem Kapitalisme terhadap hak warga mendapatkan pelayanan masyarakat?" tanya Si Jablay.

"Warga termasuk suami akan fokus kerja demi mendapatkan kebutuhan primer tanpa bekerja terlalu keras sehingga lebih bisa meluangkan waktunya untuk mengerjakan kewajiban lainnya. Juga kesempatan lebih besar memperoleh kebutuhan sekunder dan tersier karena dana rumah tangga mereka tak perlu lagi keluar untuk mendapatkan pelayanan masyarakat. Negara memberikan secara cuma-cuma pelayanan kesehatan, pendidikan dan keamanan. Sementara biaya listrik, air, transportasi umum, internet akan jauh lebih murah karena negara bukan menjualnya kepada rakyat tetapi hanya menghitung biaya produksi tanpa mencari keuntungan," jawab Pemetik Harpa.

Suami Andalang 3

"Sekarang, dalam sistem kapitalisme, hidup serba susah. Warga dituntut kerja keras untuk membayar kebutuhan hidup dan pelayanan masyarakat, termasuk menabung di hari tua. Gaya hidup yang tak membedakan antara kebutuhan primer, sekunder dan tersier, ikut andil dalam melambungkan pengeluaran dan menambah beban suami pemberi nafkah rumah tangga. Tak adanya jaminan mendapatkan kebutuhan primer dari negara kecuali hanya hitung-hitungan angka rata-rata per kapita, bukan kebutuhan primer riil orang per orang. Pelayanan masyarakat juga harus serba bayar misalnya iuran listrik, air, kesehatan, biaya pendidikan dan keamanan. Belum termasuk pajak dengan berbagai jenisnya," ungkap Pemetik Harpa.

Suami Andalang 2

"Tak sedikit kasus perceraian karena isteri berutang banyak pada koperasi, bank, lembaga pinjaman atau ikut beberapa arisan. Berutang tanpa sepengetahuan suami dan pembayarannya dibebankan kepada suami. Ada yang menjual lot undian arisan berharga misalnya IDR 5 juta menjadi hanya IDR 3 juta, cicilan arisan tetap dibayar pihak penjual memakai uang suami. Uang itu biasanya digunakan untuk membayar pinjaman atau uang arisan di tempat lain," ungkap Jeng Arisan. 

"Sekarang, langka orang memahami ilmu berumah tangga. Apa saja hak dan kewajiban suami isteri menurut Islam. Bagaimana hukum pinjam-meminjam dan arisan. Bagaimana prioritas kebutuhan hidup antara kebutuhan primer, sekunder dan tersier," tanggap Si Jablay.

Jumat, 06 Desember 2019

Entah Apa yg Merasuki

Entah apa yg merasuki Si Jablay, guys. Siang itu menjelang masuk sholat jum'at, tiba-tiba saja maskernya hilang. Sudah dicari di kamar jaga dokter, tak ketemu. Di cari ke bangsal "13", tempat terakhir bersama Jeng Gosip & perawat bangsal, tak ada. 

"Aneh, 2 masker hilang berurutan," gumam Si Jablay. Harus cari penggatinya ke IGD. "Habis," kata 2 Perawat IGD. "Masker ini milik siapa?" "Saya," kata perawat. Coba cari ke apotik, disana berpapasan dg Dokter Andalang berdiri di depan pintu. 

"Cari apa?" Belum sempat jawab, buru-buru Si Jablay bertanya kepada Apoteker Andalang, "Ada masker?" "Ada". "Masker milik saya hilang" "Bukankah itu di leher?" tanya Dokter Andalang. 

Si Jablay meraba lehernya, tangan menyentuh tali masker, "Ia benar ada. Setengah mati mencari, rupanya masker bersembunyi dalam leher baju," kata hati. Demi pencitraan, tak mau disebut pikun, Si Jablay berspekulasi, "Tolong masker tak bertali ya!" "Ini," kata apoteker. "Terima kasih banyak".

Tiba di rumah dinas, Si Jablay mengeluarkan masker yg ngumpet dibalik leher. Rupanya ada 2 masker yg saling menumpuk.

Kamis, 05 Desember 2019

Mobil Kopling 3

Doi ahli mengendarai mobil kopling, pernah ikut klub offroad yang menguji kekuatan mobil dan ketangkasan driver memainkan setir dan pergantian gigi di medan ekstrim seperti di daerah pegunungan. Anggota perbakin, ahli menembak binatang liar, bersama geng kesayangan dari kepolisian & tentara. Sekarang dipercayakan mengemudikan speed boat rumah sakit. 

Kepala depan sudah mengalami kebotakan. Sorot mata tajam seperti elang. "Benarkah menyalakan mobil harus 2 tahap?" "Ya" "Haruskah mobil dipanaskan dan didinginkan?" "Mesin karburator harus, mesin injeksi tidak perlu" " Saat mobil matic mati mesin di jalan, benarkah terlarang didorong?" "Ya" Si Jablay pernah menantangnya ikut pendidikan pilot, mengendarai pesawat rasa kopling.

Mobil Kopling 2

Dokter Andalang m'infokn mobil dinas baru sj mengalami kecelakaan. Mobil kopling itu mendapat "hadiah kejutan" berupa the damage kissing dari truk jahat. "Sopirnya mabuk," dugaan kuat doi. Tak jarang, ruangan IGD di seluruh wilayah Indonesia menerima pasien "tak diharapkan", terlukanya "anak bandel" yg pemabuk. Meskipun Jepang bukan negara mayoritas muslim dan warganya tukang mabuk tp mrk masih sadar tak mau mengemudi ketika mabuk. "Dia akan menyewa 2 driver tuk mengurusi tubuhnya yg tak sadar masuk kembali ke dalam mobil," kata Mahasiswa Post Doctoral Universitas Miyazaki di kantin Pantai Aoshima Jepang. "Apa risikox jk mengendarai sambil mabuk?" ty Si Jablay "Izin mengemudix akan dicabut."

Hubungan Gelap

"Ada sebagian org berpendapat bahwa wajib nikah ulang setelah melahirkan buat pasangan suami isteri yg telah menikah saat sedang hamil," ungkap Perawat Andalang. "Setahu saya, ada larangan dalam Islam untuk menikah saat sedang hamil. Jadi, nanti baru wajib menikah setelah si wanita melahirkan," ucap Si Jablay. "Bagaimana status anak dari hasil hubungan gelap?" "Namanya akan di-link-kan dengan nama ibunya, bukan nama ayahnya," jawab Si Jablay. "Mungkin, wajib nikah ulang karena menganggap bahwa larangan itu membatalkan (bathil) akad pernikahan sebelumnya. Pihak yg tak mewajibkan nikah ulang memahami larangan itu hanya merusak (fasid) akad pernikahan lalu tanpa membatalkanx," tambah Si Jablay.

Rabu, 04 Desember 2019

Tirai Poligami 3

"Buat kita, lebih penting dibahas daripada motif berpoligaminya Rasulullah Muhammad SAW adalah jumlah batasan isteri hanya sampai 4 sehingga 5 isteri misalnya, wajib diceraikan 1 diantaranya. Cara berpoligami tak boleh melalui aktivitas pacaran, pergaulan bebas hingga selingkuh. Sumber dana poligami tak boleh diambil dari uang rakyat misalnya dana desa," sambung Si Jablay. 

Teringatlah, seorang pasien poli, bendahara desa yang doyan selingkuh dengan wanita murahan. 

"Sebagian dana desa digunakan kawing lagi," klaim Jeng Gosip. 

Angka perceraian meningkat tajam di Indonesia. Kementerian Agama mendeteksi penyebabnya adalah komunikasi antar suami-isteri. Sementara di lapangan, aturan pergaulanlah pemicu utama, selain faktor ekonomi.

Tirai Poligami 2

"Jumlah isteri Nabi Muhammad SAW lebih dari 4 wanita, motifnya karena perintah Allah SWT. Ada juga motif lain seringkali dituduhkan pihak lain," ungkap Perawat Andalang. 

"Penting dipahami, beberapa perintah dalam Islam dikhususkan buat Nabi dan isterinya sedangkan buat muslim atau muslimah tak wajib bahkan ada yang terlarang. Contoh Nabi beristeri lebih dari 4, wajib sholat malam hingga membuat kaki bengkak, isteri nabi wajib berhijab (bertirai) yang menurunkan hukum bercadar, isteri nabi tak boleh menerima harta warisan. Bagi ummatnya, beristeri maksimal 4 orang buat yang mampu dan bisa berlaku adil; sholat malam hanya sunnat bukan wajib; wajah, telapak dan punggung tangan boleh terlihat buat wanita dewasa dan isteri wajib menerima harta warisan suaminya," jelas Si Jablay.

Selasa, 03 Desember 2019

Seteru 2

Ruangan IGD kedatangan seorang kepala dusun, desa RR, lokasi sengketa tambang di Pulau W. 

"Warga penolak sekitar 70%," klaim doi. 

"Kenapa menolak?" 

"Tambang akan merusak lingkungan dan mengganti mata pencaharian warga seperti kebun jambu mete. Secara jangka panjang, perkebunan lebih menguntungkan daripada tambang." 

"Penghasil terbesar jambu mete pulau ini berasal dari sana," ucap Perawat I. 

"Kebunnya bersih," ungkap perawat II, Si Tukang Jalan. 

Sengketa lahan rupanya baru saja diliput dan tayang di media nasional, TV One. 

"Tambang berskala besar tak boleh milik pribadi atau perusahaan swasta, tetapi milik bersama rakyat yang dikelola negara dan keuntungannya 100% dikembalikan kepada rakyat," kata pemetik harpa.

Pemikiran VS Nasehat

"Sekarang byk kelompok," ungkap Perawat II. "Ya, berhati-hatilah dg kelompok terlalu liberal & kaku. Penting memahami perbedaan antara pemikiran dg nasehat. Pemikiran harus melihat sumber informasi sedangkan nasehat tak perlu. Siapa yg menginfokn suatu pemikiran? Sumber terpercaya lbh terpilih drpd abal2, kaleng2 apalagi gadungan. Nasehat bisa diambil darimana saja selama tak bertentangan dg akidah & syari'ah tanpa perhatian pd sumber informasi. Seperti kerasx batu hingga tampak berlubang karena tetesan air yg tiada henti menunjukkan pentingnya konsistensi atau istiqamah. Terlalu kaku seperti hanya mengambil pendapat dari ustadznya meskipun dalil naqli hingga kesimpulan hukumnya lebih lemah.

Kompas VS Termometer

"Ada buku bagus, karangan Imam al Ghazali, Ihya Ulumuddin," kata perawat II. "Pernah saya download namun tak serius membaca karena belum mampu memahami fakta yang dhadapi beliau. Setiap zaman, tantangan berbeda," tanggap Si Jablay. "Penting bedakan antara dalil dengan fakta. Dalil tetap, fakta bisa berubah. Dalil ibarat kompas, fakta seperti termometer," lanjut Si Jablay. "Menyamakan keduanya berisiko dalil dianggap bisa berubah seperti anggapan liberalisme. Fakta disangka tetap seperti makan harus pakai 3 jari, berjalan wajib pakai tongkat, sikat gigi harus bersiwak, pakaian mesti berjubah, berobat wajib herbal. Padahal semuanya hanyalah wasilah yg boleh berbeda & berubah," tutup Si Jablay.

The Dark Side 3

Di kantin Pantai Aoshima Jepang, Si Jablay duduk berhadapan dg Mahasiswa Post Doctoral Universitas Miyazaki. Sementara Jeng Gosip & Jeng Muda asyik bercerita di meja sebelah. Kami hanya bisa pesan es krim & sebuah jajanan khas Jepang. "Jepang kehilangan generasi muda sehingga mendatangkn banyak pekerja dr negara lain. Wanitanya malas nikah & py anak. Minimal 2 anak hanya untuk mempertahankn jumlah warga & itu sulit terwujudkan," kata mahasiswa. "Bgmn pengaruh kekalahan Perang Dunia II?" "Mrk seperti kehilangan jati diri. Generasi muda ikut2an budaya barat seperti seks bebas tanpa ikatan perkawinan." Sayang-disayang, gugurlah sekuntum Bunga Sakura, terjatuh ke tangan gerombolan Gun's & Roses.

The Dark Side 2

Perawat II bertanya, "Bagaimana prostitusi di Jepang?" "Belum melihat faktanya kecuali ada 1 toko swalayan di sudut ruangan yg tertutup dg cahaya remang-remang, tersedia ribuan VCD porno. Di atas tirai tertulis khusus dewasa. Namun di dalamnya tak ada pembeli beda diluar, ramai bro", kata Si Jablay. Doi banyak tahu sejarah & budaya Jepang. "Sakira itu wajar di negara-negara kapitalis. Mereka tak bs bedakn antara produk bernilai & berharga. Meskipun tak bernilai mnrt Islam misalx seperti judi, narkoba & prostitusi tp ada permintaan, pembeli & penikmat jasa sehingga dianggap berharga maka produk barang & jasa tsb harus diadakan bahkan menjadi industri sumber pemasukan negara" lanjut Si Jablay.

The Dark Side 1

Di ruangan IGD, perawat I bertanya, "Bagaimana keadaan Jepang?" Pertanyaan sama pernah Si Jablay ajukan kpd 2 org Indonesia yg sdh tahunan hidup disana, "Jepang level brp?" "8" "Indonesia?" "5" jawab mahasiswa post doctoral Universitas Miyazaki. "Jepang?" "9" "Indonesia?" "6" kata sensei rasa lokal di Pulau W. Perawat II bertanya, "Bagaimana makanan Jepang?" "2 penjelasan dari sisi rasa & kehalalan. Rasa makanan Jepang amat beda, minim cabe, gula, garam, tanpa kecap & vetsin. Ini butuh waktu beradaptasi. Kehalalan makanan Jepang amat diragukan karena tanpa sertifikat halal. Jg jarang tersedia sehingga diimport dari negara lain termasuk dr Australia. Skrg kebutuhan tsb bisa dpesan via online.

Minggu, 01 Desember 2019

Suami Andalang 1

.

Penampakan ATM

Alhamdulillah, 2 penampakan halaman web selesai di https://klinikindonesia.com/dokter/dokter.php & https://klinikindonesia.com
 Butuh 2 minggu kerja keras sesuai kemampuan & waktu luang. Cara plg mudah, pakai rumus ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Amati desain web profesional yg terbukti plg keren. Tiru tampilan layout beserta bahasa program berbasis web. Modifikasi berbagai script dg menambahi & mengurangi sesuai kebutuhan & keinginan. Perubahn sekitar 90% dg tetap mempertahankn karakter sebelumnya seperti pergantian otomatis latar warna tua dengan tulisan warna muda namun lbh perhatian pada SEO & monetisasi. Daya kreasi menjadi lebih terlatih.

Senin, 25 November 2019

Jeng Menor 2

"Stop alkohol" sambil melirik wajahnya yg terlihat dibuat datar tanpa ekspresi. Sy curiga Jeng Menor ini biasa meminumnya. Doi kerja di perusahaan event organizer khusus pameran di berbagai mall. Kantornya berpusat di Jakarta. "Sy seringkali pulang larut malam, diatas pukul 12." Tak terasa Si Jablay menelan ludah. "Tolong Dok, buatkan Surat Keterangan Sakit dengan nama penyakit! Si Bos memintanya" "Wokey!" Sebelum pulang, doi kembali btanya "Apalagi yg harus sy lakukan?" "Jaga kesehatan, kebiasaan buruk & gaya hidup yang jahat." Bibirnya tersenyum lebar. Doi tampak paham apa yg dimaksudkan Si Jablay. Wanita kerja di tempat yg tak kondusif dg pergaulan bebas kebablasan maka hancurlah duniamu!

Jeng Menor 1

"Assalaamu alaikum" "Wa alaikum salam" Masuklah seorg wanita muda dg penampilan terlalu menor. Selain tak menutup aurat, berpakaian tak berlengan hingga tampaklah warna putih kulitnya. Paling aneh terlihat adalah bulu matanya. Sangat lentik & tebal, khas bulu mata palsu. Tiap kali kedua palpebranya berkedip, Si Jablay teringat pada trauma pengalaman masa kecil. Kelopak mata atas pernah terjepit karena salah posisi alat Eyelash Curler milik gadis klasik. Setelah melakukan anamnesis, Jeng Menor bertanya, "apa saja yg mesti saya hindari?" "Jauhi ini ... ini & ini. Stop rokok ..." Ups salah ngomong, sambil menutup mulut. "Anda kan perempuan, tak mungkin ..." "Sy perokok" selanya tersenyum tipis.

Penyakit Usia

Tiga empat hari lalu, Si Jablay sok serius mengikuti Simposium III PIT PDUI di Hotel C Makassar. Wawasan terbuka lebar terhadap peluang digitalisasi pelayanan kesehatan. Bbrp tampilan penelitian ttg aduan diagnosis antara si mesin pintar, artificial intelligence VS dokter ahli luar negeri. Ehh, busyet, doi menang banyak, guys ! Banjir darah SKP, salah satu alasan utama ribuan dokter mengikutinya, selain mndapat tambahan ilmu teknis dunia kedokteran dari Guru2 Unhas Andalang. Hampir 10 tahun berlalu, penyakit usia menyerang para pembicara. Terlihat jelas, usia tua tak seindah masa muda. Mata Si Jablay sungguh melihat perbedaannya. Seringkali sam1 lebih bisa menilai org lain drpd diri sendiri.

Inspirasi Perubahan Kecil

Disaat bantuan eksternal belum ada, Si Jablay berinisiatif memecahkan 3 problem tampilan baru klinikindonesia.com. Rupanya, tampilan versi offline tak selalu sama dg online. Ada beberapa script yg tak terbaca android. Pengetahuan bahasa program dasar berbasis web seperti HTML & PHP andalang kembali teruji. Seperti ukuran font bisa terpecahkn setelah menempelkannya dengan script PHP (bukan Pemberi Harapan Palsu ya, guys). Jenis website statis tak butuh penggunaan database MySQL yg rumit. Si Jablay menggantikannya dg sebuah script PHP hasil modifikasi sendiri yang ditautkan dengan kata kunci pilihan sehingga perubahan di banyak halaman web bisa terjadi hanya dg 1 perubahan kecil di script itu.

Polesan Penampilan

Bbrp hari ini sibuk melakukan desain ulang tampilan klinikindonesia.com yg lbh keren. Terpaksa dan akhirnya mulai terbiasa otak-atik file css demi penampilan si web versi desktop dan mobile. Si Jablay memilih usulan dari Jeng Obgyn Andalang terkait jenis font terbaik yg enak dbaca. Tantangan lbh berat adalah ukuran font versi mobile yg blm bisa diperbesar. Untuk itu, Si Jablay konsultasi dg temang sejawat andalang yg ahli dlm bahasa program berbasis web. Semoga problemi ini bisa terpecahkn secepatnya. Rintangan terberat & terlama nantinya ad mengubah ribuan file ke dalam model terbaru. Kecantikan & kegantengan butuh polesan serius demi keindahan & pencitraan meski harga pengorbanannya besar.

Jumat, 15 November 2019

Pengungsi Wamena II

"Disana byk org2 B?" "Ya" "Kerja di tambang?" "Tidak. Mrk org2 LSM asing bgerak dlm bdg pendidikan & sosial. Sebagian org2 OPM, mrk sekolahkn ke luar negeri lalu menjadi penggerak utama separatisme. Contohnya VK." Si Jablay teringat dg pkataan lama seorg muallaf di Kota M, kemenakan Uskup B tokoh utama separatisme Timor-Timur, bahwa penggerak lapangan ad org2 didikan lembaga intelijen A yg memanfaatkn sentimen keagamaan mll rumah ibadah & ratusan LSM asing. Tampaknya modus yg sama coba dimainkan di Papua. Seorg jenderal AS dlm suatu wawancara TV pernah berkata bahwa cara termudah mengalahkan suatu negara adalah menciptakan & memanfaatkan kelompok2 yg bertentangan. Skenario abadi kapitalisme.

Pengungsi Wamena I

Tak disangka, Si Jablay btemu pasien pengungsi dr Wamena. Suaminya berasal dari Padang. Sejak 2003 membangun usaha kios rumahan. "Sejak kapan kekerasan terjadi?" "Sebelumx relatif aman, hanya bbrp insiden penikaman. Bbrp thn lalu ada kasus pembunuhn ibu hamil yg dibelah perutx. 5 tahun terakhir pihak OPM semakin sering melakukan teror. Banyak aparat mjadi korban. Puncaknya baru2 ini." "Brp korban meninggal?" "40. Ada sekeluarga mati, org Enrekang, terpanggang kecuali 1 anakx karena pergi sekolah. Ada 1 wanita penjual coto makassar yg disekap, diperk... lalu dibunuh" Lokasi kejadian 1 km dr rumahnya. "Byk pengungsi?" "Ya. Kecuali org2 B aktivis LSM tak ada yg mengungsi," ungkapx keheranan.

Kamis, 14 November 2019

Celah Timor

Suami-isteri berstatus pasien. Di mata Si Jablay, sang is3 yg berkerudung itu lbh menarik perhatian. "Nama lengkap?" "... Da Silva" "Seperti nama Timor Leste?" "Ya benar, sy berasal dari sana" Berkulit lebih gelap, wajah & hidung mancung khas Arab. "Knp seperti org Arab?" "Keluarga sy keturunan Arab Yaman" "Muallaf?" "Sy tak mau disebut muallaf karena nenek moyang saya muslim. Mungkin karena tertarik wajah ganteng org portugis shg masuk agama mrk. Sy masuk Islam kembali ketika menikah. "Disana ada Kampung Arab?" "Ya" "Aman?" "Ya. Kondisi Timor Leste lbh baik skrg stlh pakai dolar AS" "Bukan dolar Australia?" "Bukan. Ada ketidaksukaan politis karena penguasaan lembah..." "Celah Timor?" "Ya".

Rabu, 13 November 2019

Yakuza IV

Sejahat-jahatnya Yakuza, mereka manusia biasa yg punya sisi kemanusiaan. Butuh kasih & belaian sayang seperti Si Jablay. Sebelum tercipta rencana ke Jepang, jauh sebelumx, Si Jablay sdh banyak membaca ttg Jepang termasuk tayangan film dokumenter khusus membahas Yakuza. Salah satu misi utama Si Jablay ke Jepang ad memastikan keamanan Jeng Gosip. "Bgmn ancaman Yakuza?" "Sy belum pernah bermasalah dg mrk. Selama Anda tak mengganggu, merekapun tak akan mengusik," jelas seorang sensei rasa lokal di Pulau W. Sebagian kecil diantara mrk kembali menemukan arti kehidupan lalu masuk Islam. "Sy seringkali bertemu & diskusi dg muallaf mantan bos Yakuza selama di Jepang," terang Spesialis Kulit Andalang.

Yakuza III

Barulah ketahuan, membicarakn Yakuza sgt tabu di Jepang. Menyebut nama saja, Jeng Tsunami tak berani. Meskipun Jepang terkenal paling aman & penduduknya paling sopan di dunia tetapi buat pendatang, hati-hati, jangan terlalu lebay. Si Jablay menanyakan ini dlm mobil pribadi Mahasiswa post doktoral suatu waktu. "Nanti sy antar lewati rumah petinggi Yakuza". Setelah berwisata di Pantai Aoshima Jepang, Si Mahasiswa menunjuk, "Itu rumahnya!" Mata Si Jablay cepat melakukn scanning bangunan yg luas itu. Terlihat lbh mewah drpd rumah kebanyakan. "Bisnis apa mrk?" Bibir mahasiswa itu tersenyum penuh arti lalu berkata, "tidak tahu". Dia menghindari pembahasan lbh dalam terkait pertanyaan rahasia umum.

Yakuza II

Malam itu, kami menunggu di halte bis setelah berkeliling kota Miyazaki. Barang belanjaan terbungkus kantong hitam diletakkan dekat t4 duduk. Si Jablay mendekati Jeng Tsunami & Jeng Gosip yg asyik berselfie ria. "Sepertinya kita diawasi!" bisik Jeng Tsunami. "Oleh siapa?" "Nanti sy beritahu" "Bagaimana ciri2nya?" "Biasanya org tua menyamar sebagai sopir taxi. Itu di depan seberang jalan" Mata Si Jablay melirik waspada ke kanan, benar tampaklah sosok itu di kejauhan. Mungkinkah isi tas menarik perhatian sehingga dikira berisi bom? "Mrk bs eksekusi di t4," teror Jeng Tsunami. Hampir stgh jam kemudian dlm bis, Jeng Gosip menyodorkan secarik kertas. Si Jablay membuka perlahan, tertulis 'YAKUZA".

Yakuza I

Doi pernah belajar di Jepang selama 2,5 tahun. "Ada yang mengatakan banyak mata2 disana, baik dari aparat negara maupun Yakuza, kenapa?" "Mrk trauma dengan teror sekte keagamaan seperti Aum Shinrikyo" Kabar dr mahasiswa Indonesia post doktoral Universitas Miyazaki mengatakan bahwa Yakuza jg telah dilarang pemerintah Jepang. "Ada seorang mantan petinggi Yakuza bersahabat dg sy. Dia muallaf beristerikan org Enrekang. Baru2 ini datang ke Kota K beserta tim bisnis. Seringkali berceramah disini," terang spesialis kulit andalang. Foto bareng di depan RS. K diperlihatkan kpd Si Jablay. "Yakuza muallaf yg menjadi imam sholat & seringkali tampil di Youtube itukah?" "Bukan. Itu hanya level anak buah".

Dokter Sederhana

Alhamdulillah, nevus Si Jablay berhasil diangkat spesialis kulit andalang. "Ada 4 jahitan. Sengaja daerah operasi diperluas tuk cegah relaps. Hanya mengenai dermis & blm mencapai subkutan." Doi berasal dari keluarga dokter yg cukup berpengaruh di Unhas. Si Jablay teringat dg senior WAG, spesialis bedah, terkenal hidup sederhana "Bgmn kabar beliau? Sy blm kenal" Pasca sholat dhuhur, doi berkata, "Itu yg di mimbar" "What?" Si Jablay segera mendekati masjid & melihat dari balik kaca. "Itukan org yg tadi, bpakaian miskin, sangat PD berdiri & ceramah di depan banyak org berpenampilan rapi & perlente?" Tiba2 dia melihat Si Jablay yg tertunduk malu, menghindari btatapan mata lalu berpaling darinya.

Senin, 11 November 2019

Dukun Andalang

Si Jablay amat, amat, amat merasa heran, bagaimana mungkin bumil ini kekeh bertahan tak mau dirujuk & ngotot pulang ke rumah? Risiko perdarahan hebat & infeksi teramatlah besar. Belasan org tlah dikerahkan tuk membujuk, mulai dari Ratu Hebring hingga bbrp org lelaki Raja Gombal. Tetap tak luluh hatinya. Anggota dewan dari dapil jg sdh memberikan janji bantuan dana yg tak ditanggung BPJS. "Tahukah ibu, kematian, risiko terburuk?" ancam Si Jablay. "Tdk mengapa," sambutnya mantap. Setelah diselidiki, dia lbh percaya bisikan makhluk astral untuk jangan operasi, tolak rujukan, lahirkan saja di rumah. Jg komentar2 "miring" dari dukun andalang dlm bahasa daerah setiap kali dia diberikan penjelasan.

Minggu, 10 November 2019

Miras & Pikiran

Banyak tatto di tubuhnya. Ada bekas luka dg gambaran seperti Pulau2 Jepang memanjang dari atas ke bawah di sekitar leher. Dialah pelaksana proyek AL di Kab. KK, sbh posisi strategis di usia muda. Konsultasi suatu penyakit yg py hubungn dg kebiasaan minum miras di masa lalu. "Dahulu sy ketergantungan miras" "Maka hentikanlah!" "Sy jg stres karena kebanyakan berpikir" "Berpikir sgt penting. Inilah yg membedakan manusia dg hewan. Ada pemikiran yg mesti diabaikan. Adapula pemikiran yg harus ada untuk memecahkan berbagai permasalahan hidup" dia menyimak. Perlahan Si Jablay mengecilkan volume Lagu Kemarin by Seventeen. "Apalagi Anda yg mengaku muslim, sedikit sj miras tetap tdk dibolehkan diminum"

Sabtu, 09 November 2019

Kecundang

Berambut potongan cepak model tentara. Tegas namun berhati lembut bagaikan puteri salju. Security di perusahaan tambang nikel Pulau W dg gaji IDR 3,1 jt. "Selain demo makan, masihkah ada demonstrasi di sana?" "Ada seperti demo damai bentangkan spanduk penolakan tambang di depan dermaga" "Brp gaji paramedis?" "4 jutaan," celetuk perawat CPNS. "Mengecundangi besaran gaji kalian, kontrak & CPNS? Knp tak action?" tanya Si Jablay kpd perawat kontrak. "Disyukuri sj gaji skrg. Takut risiko penolakn tambang, nyawa sbagai jaminan". Sebuah pertaruhan demokratis antara kepentingan pemilik lahan yg kaya mendadak, karyawan yg butuh makan, pemilik modal yg serakah & pejabat negara yg kepengen tetap eksis.

Kamis, 07 November 2019

Mengais Sisa Rezeki

B'jenggot panjang & dicacing rapi, kumis tercukur tipis. Hidung mancung berkulit gelap. Berasal dari pedalaman Pulau W. 2 bln lalu terakhir kerja di T Papua sebagai penambang mandiri emas. Mengais rezeki dari sisa2 penambangan PT. F. Hasilnya mencapai 10 gr (IDR 5 jt) biji emas per hari. "Pendapatan PT F bgmn?" "Sgt besar. Kami peroleh hanya sisa dr 3 kali penyaringan mrk. Sisa emas jg biasa diambil dr endapan pipa saluran emas yg diganti tiap tahun, 10 gr per meter" "Siapa plg diuntungkan?" "25 negara pemegang saham" "Tp knp OPM malah memusuhi TNI/Polri?" "Mrk dipersenjatai negara asing terutama A." "Metode baku kapitalisme ad penjajahan dg strategi politik pecah belah," kata pemetik harpa.

Selasa, 05 November 2019

Problematika BPJS Kesehatan

"Terangkanlah apa yg tlah terjadi!" "Problematika berada pada macetx pembayaran, baik dr pusat, daerah, perusahaan mitra & kepesertaan mandiri. Bengkakx pengeluaran terutama klaim RS. Sehingga terjadi defisit anggaran BPJS Kesehatan IDR 32 T." "Itu terkait pendanaan, adakah masalah lain?" Data penduduk miskin tdk akurat. Mestinya pembaharuan data setiap 3 bln tp di lapangan sulit terwujud" "Bgmn mnrt Anda jika semua defisit anggaran itu dbayar negara? Bgmn bila 3 jenis kepesertaan disatukan saja menjadi hanya penerima bantuan baik kaya maupun miskin?" "Sy senang tapi ..." Jeng BPJS kembali menjelaskan panjang kali lebar seakan-akan melupakan radang tenggorokan yg barusan diperiksa Si Jablay.

Minggu, 03 November 2019

Mantan Pemabuk

Doi mantan peminum miras & perokok. Org2 proyek teman gaulnya kini. "Jika mrk mabuk, sy tak mau ikut2an mabuk" Dahulu saat masih bsekolah di kampung, miras 4 liter sdh biasa diteguk dlm sekali pertemuan bersama teman geng. Badan terasa melayang2 & terkencing2. "Apa yg ada dlm pikiranmu?" "Enjoy" "Ucapan apa terlontar jika ada pihak yg melarang?" "Ini urusanku, kerjakan saja masalahmu!" "Apa alasan utama Anda berhenti?" "Sy berpikir tak ada gunanya lagi, hanya menghabiskan uang lalu pindah meninggalkan teman lama ke kota lain, menyibukkan diri kuliah, bisnis & ikut club motor" Si Jablay dg santuy pernah menegurnya saat kembali merokok, "Kamu bikin bau rokok tete' isterimu" dia tersenyum malu.

Kamis, 31 Oktober 2019

Hak Paten

Si Jablay kembali bersua dg seorg pejabat berpengaruh dinas kesehatan di warung sari laut. Meskipun non muslim tp cukup asyik ngobrol. Luas pengalaman & dalam keilmuan di bdg teknis kesehatan. Daya kritis besar & berakal sehat. Doi memuji sikap menkes baru untuk tdk mematenkan temuan baru terkait intervensi "brain wash". "Artinya setiap ahli kedokteran bebas mengembangkan," ungkapnya. Penerapan disertasi lulusan S3 Unhas yg masih kontroversial dlm dunia medis namun diklaim terbukti memperbaiki kesehatan otak banyak pejabat tinggi. Risiko hak paten, biaya mahal. China, contoh negara tanpa hak paten. "Islam tak mengakui hak paten. Berbeda dg hak merk yg tak boleh diduakan," kata pemetik harpa.

Hutang Andalang

Suatu senja menjelang maghrib di serambi masjid, Si Jablay brtemu dg Sang Mantan Camat, tokoh senior di Pulau W. Pria tua berusia lbh 60 thn, pensiunan sejak 2 thn. "Jika dibandingkan saat sy menjabat, pembangunan lbh pesat skrg. Dahulu tempat ini penuh hutan & mulai berubah saat pemekaran kabupaten. Setiap bbrp rumah, py WC umum di bbrp desa." "Benarkah dana desa berasal dari uang utang?" "Ya" "Apa risiko membangun dg hutang andalang?" "Utang & bunga akan menumpuk. Menjadi beban besar buat anggaran negara yg dipikul setiap warga termasuk bayi baru lahir. Jika tak mampu bayar maka aset negara akan dijual kpd pihak asing, aseng & asong." Kata pemetik harpa, "utang berbunga haram karena riba."

Jeng BPJS

Di waktu malam dlm ruangan IGD, si Jablay diskusi lama dg Jeng BPJS terkait fakta BPJS, problematika & solusi. Doi bpengalamn 1 thn bekerja keras & cerdas sebagai wakil tunggal BPJS di sbh kabupaten baru. HP harus on 24 jam, hanya tidur 3 jam. Pagi di kantor, siang sampai sore keluyuran menemui customer dr berbagai kalangan termasuk pejabat mitra. "Cara PDKT?" "Ambil hati & memuji" "Cara meyakinkn?" "Perlihatkan data statistik & grafik". Berkarakter ekstrovert, pandai mengolah kata & kuat berargumen. Tipe kesukaan pejabat nakal. "Selama bekerja, brp % penggoda?" "60%, 40% sebatas kata, 20% sentuhan & gandengan tangan" "Modus?" "Awalx mengajak makan, ujungx perselingkuhan. Tp slalu sy tolak".

Selasa, 29 Oktober 2019

Tirai Poligami 1

Teringat lagi diskusi bersama Jeng Gosip malam itu di ruang perawatan terkait fenomena poligami akhir zaman. Dua perawat lain sibuk isi status pasien sambil mendengar sepintas lalu. 

"Penyebab poligami?" 

"Ekonomi dan pergaulan bebas, prosentasenya menurut saya fifty-fifty. Motif ekonomi, misalnya sekitar 75% kepala desa kawin lagi karena mendadak tajir oleh dana desa. Faktor pergaulan bebas, contohnya pacar-pacaran termasuk dengan isteri atau suami orang," jelas Jeng Gosip.

"Jika terjadi poligami, alasan apa suami mampu mempertahankan semua isterinya?" 

"Saya kira karena faktor kenyamanan, suami masih mencintai semua isteri dan masing-masing isteri memahami kekurangan dan kelebihan sehingga mereka mampu saling melengkapi," tambah Jeng Gosip.

Tantangan berat para Laskar Jablay dan Laskar Jomblo. Seberapa kuat lutut mereka mampu bertahan tak bergetar di era kebebasan seperti saat ini. 

Juga seberapa jelinya, Laskar Jablay menyingkap tirai nilai materi yang dominan melingkupi praktek poligami di era kekinian.

Senin, 28 Oktober 2019

Mobil Kopling 1

"Beranikan diri memulai keterampilan baru," ungkapnya setelah melihatku mampu mengemudikan sendiri mobil kopling. Sempat vakum & putus asa hampir setahun karena kesulitan menguasai pergantian gigi, arah setir dan pandangan kaca spion. Problem ke-2 & 3 teratasi setelah terbiasa kemudikan mobil matic. Problem ke-1 mulai hilang setelah mengganti mindset berpikir dari fobia mesin kopling menjadi berani. Dari benci menjadi suka. Belajar dg nonton video singkat ttg cara kerja mobil kopling dan langsung praktek. Dibawah mentor, si perawat juragan kos. Bbrp org mampu menjadi driver atas bimbingannya. Berinisiatif membantu org lain untuk berhasil & menguasai suatu keterampilan, menjadi ciri khasnya.

Sabtu, 19 Oktober 2019

Bahasa Isyarat

Petugas wanita itu memperagakn gerakan burung yg sdg mendarat & saat terbang. Ke2 siku tangan bergerak2 teratur lalu ke2 kakinya lompat kecil ke depan. Dia mau menceritakan kapan pesawat akan mendarat dan terbang. Sy tersenyum lucu dibuatx lalu mengingat pengalaman serupa ketika sy memperagakan induk ayam yg bertelur dg mengepakkan ke2 siku dan gerakan telapak tangan kiri seperti mengeluarkan telur dari pantat ayam. Karena petugas toko swalayan belum mengerti kata "egg" yg dicari & hendak dibeli Jeng Gosip. "Oh egge," ucap lelaki itu. Sy teringat perkataan Jeng Shopping, "tak ada orang Jepang melafalkan kata yg dibelakangnya berhuruf mati termasuk bahasa Inggris." Bahasa isyarat berguna jg.

Dejavu

Misteri ke3 mimpi, kembali terbukti saat berwisata ke Pantai Aoshima Jepang. Sebelum pengumuman kelu2san Program Sandwitch Dikti, sy bermimpi seperti berada di pantai atau sawah, datang mendekati 2 wanita, Jeng Gosip di belakang & Jeng lain yg blm sy kenal di depan. Di belakang mereka, terlihat pemandangan berlatar perbukitan atau pegunungan berwarna kehijauan ditumbuhi tanaman hutan. Mirip dg suasana Pantai Aoshima. Sesuai dugaan sebelumx, Jeng Mudalah sebagai pemeran kedua. Pengalaman dejavu ini, melengkapi mimpi sebelumx, 2 scene mimpi di Malaysia dan 1 scene di suatu wilayah yg ternyata adalah Papua. "Mimpiq berada di suatu negeri selalu terjadi," ungkapq keheranan kpd doi post doctoral.

Pengadaan Barang & Jasa

Doi punya Sertifikat Pelatihan Ahli Pengadaan Barang/Jasa di UN Indonesia. "Sy hanya bs bertahan sampai 1 tahun karena tak tahan dg tekanan," ungkap doi. "Ceritanya bgmn?" "Sy membatalkan masukx produk China & beralih kpd produk Eropa yg terbukti berkualitas lbh baik. Tapi perusahaan importir yg tak diuntungkan komplain & berupaya segala cara tetap membeli produk mereka. Bahkan sampai melobi is3 sy," jelasx. Doi & is3 akhirnya memilih penelitian post doctoral di Jepang. "Apa bedax di Jepang?" "Pengadaan barang ditangani langsung profesor. Mereka lbh byk menggunakan produk dlm negeri." Doi sdh 3 thn di Jepang & akan kembali lagi ke Indonesia. "Biasax lu2sn luar negeri lbh diprioritaskn PPDS."

Penelitian

"Bagaimana perbedaan hasil penelitian di Indonesia & Jepang?" "Disini hasil penelitian tim profesor dibeli perusahaan swasta sebagai hak paten," jawab doi, peneliti post doctoral Universitas Miyazaki Jepang. "Berarti seorang profesor punya banyak hak paten. Bgmn risiko produk tsb tak laku di pasaran?" "Ditanggung perusahaan sehingga perusahaan bisa saja bangkrut," tambahnya lagi. Sy perhatikan, penelitian disini dikerjakan sgt serius. Profesor beserta timnya selalu pulang malam karena tuntutan pekerjaan. Pulang cepat di sore hari, aib bagi mrk. "Mahasiswa S2 & S3 fokus pada penelitian. Mengajar hanya diberikan oleh profesor pilihan atau asisten profesor S3 yg ditunjuk," kata Jeng Muda.

Senin, 07 Oktober 2019

Orang Gendut

Kalian akan kesulitan menemukan orang Jepang yg gendut berkeliaran di depan mata. Pesumo blm terlihat, tuh. Sy plg tak suka & cemburu melihat org gendut yg rakus makan. "Porsi makan mrk dibatasi hy semangkok bukan sebakul," dugaan Jeng Gosip. "Volume makanan mrk sedikit karena pakai sumpit jepit bukan sendok makan," perkiraan Jeng Tsunami. Angka harapan hidup tinggi. "Kebiasaan hidup sehat & makan alami tanpa bahan pengawet," ujar Jeng Shopping. "Para wanitax terlampau syantik," klaim Jeng Gosip. "Apa? Dengar Mah dia katakan cantik!" bantah Sang Profesor setengah tak percaya. Ataukah doi takut mengatakan kata "cantik" di depan isterinya? "Dia itu suami2 takut isteri," bisik Jeng Gosip.

Introvert

Karakter Bangsa Jepang dominan introvert. Jeng Shopping berkata, "Mrk malu mendahului antrian. Meskipun berhak duduk tp tak mau mengambilx jika dia kedahuluan. Merasa bersalah bila mengambil hak org lain tanpa ada alasan logis." "Sakira bukan malu tapi kebiasaan mrk seperti itu," sanggah Jeng Gosip yg ekstrovert. Pakar motivator bkata bahwa perilaku terbentuk dr pemikiran & perasaan. Perilaku berulang membentuk kebiasaan lalu terciptalah karakter, nasib & budaya. Sy penasaran sejak kapan kebiasaan pendiam & rasa malu bangsa Jepang ada? Trauma kekalahan dari AS di Perang Dunia II hingga menghilangkan 2 sayap keberanian? Ataukah turunan zaman pertengahan di era kekuasaan samurai yg menakutkan?

Pemalu

Di suatu halte bis me7 Kota Miyazaki, masuklah seorg wanita muda bertongkat. Selintas dia pengidap suatu sindrom genetik berakal sehat. Spontan seorg pria muda yg terlalu tampan berdiri mengosongkan kursi penumpang. Keduanya berdiri membelakang berpegangan pada handle gantungan tangan. Si wanita tampak ragu & malu2 kucing tuk duduk menggantikan t4 pria. Penumpang lain, wanita muda yg terlampau syantik mempersilahkanx namun dia diam sj. Barulah dia tak bergeming pasca terdengar suara supir dlm bhs Jepang. Bbrp saat, si pria maju ke depan m7 ATM penukar uang kertas menjadi koin. Indikasi bhs tubuh seperti hendak mengatakan "It's OK girl. Sy berdiri karena ingin menukar uang. Silahkan du2k!"

Minggu, 06 Oktober 2019

2 Karakter Berbeda

"Sy bersedia menetap di Jepang!" celetuk Jeng Gosip. Ehh, busyet, baru seminggu Si Jeng udah keranjingan. "1-3 tahun, bolehlah!" timpal Jeng Tsunami. "Why?" "Di Miyazaki blm ada pekuburan Islam. Semua mayat harus dikremasi," tambahx sambil makan tempura soba plus onsen tamago. Begitulah karakter Jeng Gosip. Seringkali mulutx lbh cepat drpd otak. Serba spontan, supel & tanpa beban. Namun kebiasaan inilah yg membuatx hadir di Jepang melakukan penelitian S3, menyelesaikan kuliah S2 plg cepat seangkatan & py byk kenalan. Beda banget dg Jeng Tsunami. Banyak aturan, super serius & serba hati2 berbicara mirip Puteri Keraton Solo. "Pertama kali Jeng Tsunami tertawa lepas," ujarq gembira ria dlm bis.

Bersepeda Ria

Usai belanja di toko swalayan, potong jalan bersepeda ria di hari minggu siang, menyusuri jalan pematang yg teramat indah. Kiri kanan dipenuhi tanaman pertanian & perkebunan seperti padi, gandum & berbagai macam sayur2an. Amat mirip suasana perkebunan desa2 di Sukabumi. Bedax, lahan mrk tertata rapi, bersih, tersentuh teknik & teknologi pertanian yg efektif & efisien. Otak jepang cerdas memecahkn problematika alat2 produksi mulai industri berat hingga berbagai produk kreatif remeh-temeh. Pilihan banyak tersedia di berbagai unit toko. Tak ada suara trdengar dari rumah2 sepanjang jalan. Pak profesor, leader di depan. Menyusul sy yg membonceng Jeng Gosip kmdn Jeng Shopping & terakhir Jeng Muda.

Kuliner Jepang

Jajanan kuliner Jepang masih terasa asing di lidah. Pilihan sgt terbatas karena problem kehalalan. Di Miyazaki blm sy temukan resto khusus halal. Baru berani mencicipi tempura udon & tempura soba. Tak ada kecap, cuka, sambal tomat & lombok pedas. Mrk bukanlah anak micin karena menu makanan tanpa vetsin. Mrk jg bukanlah anak manis karena menu minuman tanpa gula mirip kebiasaan suku sunda. "Kuliner mrk alami tanpa zat kimia sintetis," ujar Jeng Shopping. Plg suka nasi, pulen banget, pertengahan antara nasi biasa & nasi ketan putih. Ukuran beras sgt pendek, kontras dg beras basmati India nehi2 dendi yg panjang2. Terlalu rempong makai sumpit jepit. Abaikan pencitraan, sendok andalang terakhir.

Islamic Center

Islamic Center py agenda rutin setiap ramadhan. Buka puasa bersama muslim & non muslim warga & pejabat universitas. "Pembicarax seorg profesor muallaf asli Jepang," ujar ketua Moslem Community of Miyazaki. "Memperkenalkan apa itu Islam, Puasa Ramadhan dll," tambah mahasiswa Post Doctor, dosen Farmakologi Universitas Airlangga. "Resistensi dari pihak kampus?" "Alhamdulillah tdk ada. Mrk tak terpengaruh opini jahat media luar negeri. Pemberitaan media lokal netral." Meskipun demikian, ada saja oknum2 yg underestimate kpd Islam karena belum kenal sebagaimana pengalaman Jeng Tsunami. "Intinya, kami menjelaskan bahwa Islam berbeda dg terorisme," kata Jeng Tsunami.

Jeng Shopping

Jeng Shopping teramatlah senang. Pakai gaya ngebor tuk ngeborong banyak barang kesenangan di bbrp stand Second Street & serba 100 Yen. Kopernya sdh beranak pinak hampir 10 tuk dikirim ke Indonesia "Jangan di toko situ Pah, mahal!" serunya kpd suami. Sang Profesor berpengalaman 6 tahun di Miyazaki. Hobinya beli hp & laptop merk Apple harga miring berkualitas A. "Tolong ya, titip bawakan barang2 sy nanti," bujukx kpdku. "Kelebihan berat barang bagasi akan sy tanggung," lanjutx. Sy mengiyakan sj. Doi selalu py pendekatan jenius agar permintaannya tak pernah tertolak sementara is3nya gemar berpikir cepat melebihi ucapannya, merencanakan & mengatur apa yg bakalan terjadi sesuai kepentingannya.

Tempat Sholat

Cari tempat sholat amat sulit di Miyazaki. "Blm ada musholla di mall & bandara. Beda di Tokyo," kata Jeng Tsunami. Kemarin Jeng Gosip tak diizinkan sholat ashar di suatu stand Second Street. Kami terpaksa sholat duduk didalam bis. Hari ini, kami sholat maghrib di salah satu spot depan tangga didalam mall. Syukurnya, lantai sgt bersih & Si Jeng belikan alas kecil buat sujud. "Pernah diusir?" "Alhamdulillah belum. Warga disini toleran selama tak mengganggu mereka. Tapi sebaiknya, hindari bepergian sendiri ke kota terutama pada malam hari" "Pernah mengalami peristiwa tak mengenakkan?" "Ya. Kerudung sy disentuh sambil ditanya 'apakah tdk panas?' Sy jawab 'tdk". Menyentuh sgt tabu di Jepang.

Rabu, 02 Oktober 2019

Peneliti Arus Laut & Tsunami

Tak tersangka, org di depanku, ahli dlm bidang kelautan & pantai. "Sy mendalami penelitian sedimen pantai" "Termasuk tsunami?" "Ya. 10 thn lamanya sy tekuni." Penelitian terakhir ttg fenomena Pantai Miyazaki & rekayasax. Sy teringat dg pengalamanku, 4 tahun lalu, saat bertugas di Pulau B, Kepulauan S. Kapal motor hampir tenggelam karena cuaca buruk. "Bgmn ceritax angin bs mempengaruhi arus laut?" "Angin laut akan mendorong arus laut dangkal & transisi menjauhi daratan sedangkan arus laut dalam tak terpengaruh" "Apa pemicu tsunami?" "Gempa & gunung meletus" "Bisakah gempa pemicu tsunami direkayasa manusia?" "Bisa tapi buat apa? Ilmu digunakan untuk keselamatan manusia & bkn menghancurkannya."

Selasa, 01 Oktober 2019

Kantin Bersih

Berkeliling di Universitas Miyazaki bersama mahasiswa S3 berijazah Doctor of Philosophy. Makan siang di kantin kampus, sgt bersih, tak ada lalat, tak ada semut. "Makanan2 ini yg bs dimakan oleh kita," jelas utusan BPPT, mantan anak buah almarhum BJ. Habibie. "Kursi dan alat2 makan dikembalikan sendiri," tambahnya lagi. "Tak terlihat cleaning service tp tetap bersih?" "Ya, budaya hidup bersih & tertib. Mereka takut dg karma sehingga menghindari berbuat yg bs merugikan atau mengganggu org lain." "Budaya bunuh diri karena reinkarnasi bgmn?" "Sy tdk tahu, kita hy bs menghormati kepercayaan org lain. Kebiasaan kita sj masih banyak yg kurang dibandingkan mrk."

Dormitory

Harga sewa dormitory, IDR 3,5 jt/bln. Fasilitas super lengkap bak kamar hotel. Wifi free tanpa tivi. Dormitory mirip rusunawa berbatasan hutan kecil di belakang & rumah sakit di depan berada dlm kompleks Universitas Miyazaki yg luas. "Bbrp org mahasiswa S3 kedokteran berasal dari Indonesia," kata driver mahasiswa S3 asal Malang. Berjumpa dg 3 mahasiswa asal Bangladesh. Bersahabat dekat dg seorg mahasiswa asal Unhas, tangan kanan seorg profesor. "Sepertinya org itu yg pernah terlihat dlm mimpi. Maybe dialah nanti yg akan ajak kita berkeliling ria seantero Jepang," ucapanku kpd Jeng Gosip.

Miyazaki

Tiba di Miyazaki dari Tokyo stlah 2 jam di udara bersama Pesawat ANA. Dijemput 2 kenalan baru, mahasiswa S3. "Kami dari PPI (Persatuan Pelajar Indonesia)," ucap driver asal Universitas Brawijaya Malang. "Ceritakanlah ttg Miyazaki!" "Kota selatan Jepang. Propinsi & ibukota "pinggiran" namun vasilitas lengkap. Skrg awal musim gugur, cuaca sejuk, bln 12 masuk musim salju tapi disini hanya sedikit turun salju beda dg kota2 utara. Waktu sama dg Wita." Perjalanan menuju dormitori Universitas Miyazaki. "Knp lampu2 jalan tak ada? Gelap saat malam?" "Ya bahkan rumah2 mematikan lampu jam 7" "Knp?" "Kebiasaan berhemat" "Biaya listrik tak ditanggung negara?" "Ya" "Gelap bawa senter, keadaan sll aman."

Senin, 30 September 2019

Pesawat ANA

Setelah 9,5 jam di udara, pesawat ANA mendarat di Bandara Haneda Tokyo. "Maskapai ANA terbesar di Jepang, " ucap Jeng Gosip. Pesawat berbadan bongsor, 2 lorong guys, mirip besarnya pesawat Umroh. Pakaian pramugari lbh sopan & lbh tertutup drpd pramugari Lion Group. Kami disiapkan khusus makanan muslim (moslem meal). Botol2 miras sepertinya jg tersedia. Awalnya ragu minta minum tambahan. "Tolong tambahan orange juice!" dlm bhs Inggris terbata2. Minuman green tea, terasa aneh di lidah. Tombol2 WC serba digital & membingungkan karena super canggih. Tersedia air segar siap minum di Bandara. Perjalanan akan berlanjut ke Miyazaki dg pesawat ANA.

Si Kakek P

Menunggu pesawat ANA (All Nippon Airways), di Lapak Delico Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta seruput coklat panas berhiaskan lukisan, seni kuliner bernilai 50 ribu perak. Di depan, bbrp org sepuh bercakap2 bahasa Jepang yg tak kumengerti. Hanya tahu itu bahasa Jepang karena mirip bahasa di film2 Jepang. Di sisi kiri, seorang kakek tua bincang2 dg wanita. "Mirip artis film P, " ucap Jeng Gosip. "Huss, jangan keras2! Mana mungkin ada disini" Tiba2 ada panggilan antrian, sy bergegas bangkit lalu terdengarlah, si kakek bicara berbahasa Indonesia. Sy kembali memperhatikannya secara seksama. "Ia, sangat mirip," kata hati. Tiba2 dia menatapku, cepat2 sy berpaling dari org "jahat" itu.

Jumat, 27 September 2019

Kakek Bule Belanda

Namax Ronald Stein, bule peranakan Jerman-Jawa kebangsaan Belanda, kelahiran 1935. Pasien umum di Poli Klinik GR kota M. "Kami baru bbrp bulan kembali ke sini," kata is3x bersuku Tator berkulit putih bersih. "Sy pernah ditahan tentara Jepang & Indonesia" "Dia menyukai sejarah" "Bgmn bepergian ke Eropa?" "Cukup miliki 1 passport, bs mengunjungi semua negara Uni Eropa. Inggris blm resmi keluar dari Uni Eropa" "Benarkah Hitler menyamar sebagai dokter & mati di Indonesia?" "Tidak" "Ceritakanlah ttg sejarah AS di Indonesia!" "AS musuh komunisme & tak menghendaki lagi Belanda menjajah Indonesia" "Siapa akan menang perang China VS AS?" "Dunia akan hancur, Rusia akan membalas AS jk ke2x berperang."

Keberkahan Hidup

"Biaya pesawat ke Jepang PP 20 jt" "Busyet mahalnya!" "Batalkn sj?" gurauan Jeng Gosip. "Terlanjur mimpi 2 kali berada di Jepang. Terakhir sy melihatnya berlomba lari dg wanita lain di jalan pedesaan yg sunyi. Berlatar pegunungan di sisi kanan & pantai atau sawah di sisi kiri. Sy mendekati ke2x dari arah ini. Mimpi berada di suatu t4 seringkali terbukti seperti di Papua Barat & Malaysia." Pemetik harpa berkata, "Wanita yg bepergian lbh 24 jam atau ke suatu negeri asing wajib didampingi mahromnya untuk memastikan keamanannya di lokasi baru." Meskipun harus mengorbankan banyak waktu, tenaga & IDR. Hidup bukanlah sekedar hitung2an matematis melainkan bgmn mencari nilai keberkahan & pengorbanan.

Minggu, 22 September 2019

Passoroang

"Mangngurre'kah?" "Tidak tp mata duitan, passoroang & tergolong Suami2 Takut Is3," jawab Jeng Gosip. "Knp?" "Dia dahulu hanyalah anak angkat dari org berpengaruh sehingga lama merasakan bgmn pahitnya kehidupan miskin. Tak mau nasib jahat itu dialami oleh anak & is3x sehingga mati2an mengepul IDR dari sumber mana saja" "Meskipun mengambil hak beasiswa mahasiswax sendiri?" "Itulah jg pengaruh dr aturan dimana duit beasiswa ditransfer ke rekening profesor pembimbing, bukan langsung ke rkng penerima beasiswa" "Passoroang?" "Banyak tugasx bahkan tugas is3x dialihkan kpd mahasiswax sehingga para mahasiswa berusaha tak dekat dgnx karena takut dimanfaatkan" "Adakah dosen lain?" "Hy dia seorg".

Jumat, 20 September 2019

Pangeran Diponegoro

Sy penasaran bgmn nasib Pangeran Diponegoro & keluargax yg pernah ditahan Belanda. "Dimana penjarax?" "Disana !" PNS itu menunjuk ke lokasi tahanan. Sy pernah kesitu bbrp tahun lalu. "Tapi informasi itu belum pasti karena bisa jadi susunan ruangan dalam benteng di zaman dahulu tidak sama dg keadaan skrg," jelasx lagi. "Dimana lokasi hukuman mati?" "Digantung di depan benteng," tambahx lagi "Supaya hukuman disaksikan kebanyakan rakyat hingga menimbulkan rasa takut," perkiraan org I. Org I sy duga py indera ke-6, kebanyakan menebak tepat pertanyaan diluar logika.  Perasaanx sgt kuat menebak anomali lingkungan. 3 sumber informasi, saling menguatkan suasana misterius dlm Benteng R di Kota M.

Noni Belanda

"Hati2 membiarkn anak2 berlarian di taman rumput benteng, khawatir menabrak Noni2 Belanda" "Bs marah?" "Ya, anak2 itu dpt menembus tubuh mrk" "Wajahx menakutkan?" "Tdk, mrk terlihat cantik & tersenyum jika sy bertatapan mata" "Kakinya terlihat?" "Tidak, mrk jalan melayang", jelasx sambil menampakkan wajah sedikit ketakutan. Doi sakit kepala setiap kali berusaha mengingatx. Kunjungan di Kota Tua Batavia Jakarta bbrp tahun lalu kembali terlintas di benak. Menampilkan bbrp Noni Cantik Belanda berpakaian khas abad pertengahan, sosok yg pernah hadir di salah satu mimpi. Sepasang remaja berpakaian sama dg wajah menakutkan berusaha mencariq. Sy melawan ke2x lalu mengajaknya masuk Islam.

Penampakan di Benteng Tua

Tak berapa lama, datanglah 2 org keluarga t'dekat. "Ada aura mistis di ruangan itu," tatapan org I ke bangunan di depan. "Ya, banyak tumpukan mayat, bbrp org tanpa kepala berjalan mencari kepalax," org II memperkuat cerita org I & PNS karyawan Benteng R di Kota M. Sy baru tahu org II py kemampuan melihat penampakan. Doi berasal dari Pulau B di Sulawesi Tengah. Baru seminggu datang ke kota ini sehingga kami sengaja membawax kemari, berjalan2 di benteng tua, rampasan perang Belanda melawan Kesultanan Gowa. "Ada penampakan lain?" "Di atas sumur tua, seorg lelaki pribumi duduk sambil memegang dada kiri yg tertembus peluru. Juga sepanjang jalan banyak penampakan noni2 Belanda," sesuai cerita PNS.

Penampakan di Benteng Belanda

"Jaga baik2 jika bawa anak2 kesini" "Knp?" "Suasanax tdk baik" Sy pikir maybe di kompleks benteng peninggalan Belanda ini banyak penculik anak & si jahannam pedofilia. "Emangnya ada apa?" "Banyak penampakan disini. 3 thn lalu, seorg anak berusia 5-6 tahun mati tenggelam di kanal. Menurut temannya yg lolos dari maut, mrk berdua mengikuti sosok hitam, tinggi besar, menelusuri got yg bermuara di kanal selebar 10 m, kedalaman air 3 m," jelasx. "Ada kasus lain?" "Seingat sy, sejak kerja disini, ada 2 karyawan yg meninggal tiba2, fonis serangan jantung" "Banyak penampakan?" "Ya. Mnrt teman2 yg bs melihat, itu di depan, t4 penampakan mayat2. Jg byk noni2 Belanda berkeliaran di hampir semua ruangan.

Selasa, 10 September 2019

Kawin & Cerai

Doi py pengalaman luas terkait kegawatdaruratan, organisatoris & pandai menggunakan mesin USG. Bersuara bass dg wajah terkesan garang namun sebenarnya lembut berhati salju. Asyik! Tiga pernikahan terlewati sudah & alasan inilah, sy belajar kepadanya. "Apa penyebab utama keretakan sbh rumah tangga?" "Minimnya pemahaman agama. Harapan terlampau tinggi tak sesuai dg kenyataan" "Bgmn jika is3 slalu mengungkitnya?" "Itu wajar, karakter perempuan" Doi memberikan syarat pernikahan bahwa boleh2 sj is3-is3 marah2an namun jgn sampai berkata cerai. "Jika dia ucapkan kata cerai maka tak ada kata maaf baginya, sy menyuruhnya mengurus sendiri surat cerai." Itukah berarti pernikahan menuju jalan the and ?

Miras

Doi berasal dari Kab. M di NTT, org tuax transmigran di Pulau W. "Masyarakat disana msh byk pakai ilmu hitam & mudah terjadi perkelahian terutama dipicu miras. Menyala jika dibakar, ini yg plg disukai" "Gila! Anda miras jg?" "Pernah tp tdk lagi sejak kls 2 SMU. Meskipun teman2 byk peminum tp sy tak terpengaruh" "Alasan utama berhenti?" "Pernah melihat pemabuk terjatuh dr motor, terluka, berdarah tp masih menari2 & berteriak2. Org bodoh! sy tak mau seperti dia" "Apa yg anda katakan bila diajak teman miras?" "Sy mau tidur agar bs cepat bangun berangkat kerja." Doi anggota Satpol PP. Rencana lanjut kuliah sambil kerja S1 Teknik Mesin thn depan.

Senin, 09 September 2019

Bunga-Bunga Demokrasi

"Menurut info dr teman di Jakarta, mantan pengusaha tambang, IUP sdh sulit dibatalkan" "Ya. Apalagi kata masyarakat, ada sahamnya L. Terkenal tak tersentuh hukum bahkan penguasanya aturan" "Tak jarang antar pemilik tanah, pemilik lahan vs warga, warga vs aparat & warga vs kepala daerah sibuk berkonflik sementara para elit pemilik modal asyik menghitung potensi keuntungan tanpa batasan halal haram". Benarlah kata pemetik harpa, "penguasa asli kapitalisme adalah para pemilik modal, suara rakyat hanyalah sebagai bunga2nya demokrasi."

Minggu, 08 September 2019

Seteru 1

Gawat gaes! Informasi baru dari Jeng Gosip bahwa besok akan terjadi demo besar-besaran di Pulau W oleh sekitar 2000 orang tentang kasus pertambangan. 


"Tingkat kebenaran?" 

"7-8," jawabnya.

"Sakira sdh selesai sengketanya" 

"Belum" 

Inilah risikonya jika pertambangan tak dikelola secara syari'ah, pastilah menimbulkan banyak ketidakadilan termasuk kerusakan lingkungan. 

"Barang tambang bervolume besar harusnya menjadi milik umum (milik bersama seluruh rakyat). Tak boleh milik negara atau milik individu (swasta asing, aseng, asong). Lebih utama dikelola BUMN/BUMD dan seluruh hasilnya dikembalikan kepada rakyat," kata pemetik harpa. 

"Semoga demonya tak anarkis!"

Sabtu, 07 September 2019

Kasus Perceraian

"Kasusx bgmn?" "T'lapor tak mau membiayai is3 lbh 3 bln berturut2. Dia kawin lagi stlh mendapat persetujuan lisan. Namun namax perasaan & rasa memiliki, belakangn diadukan. Blm memiliki surat cerai. Kasus tak menafkahi masuk hukum pidana & menjadi urusan kepolisian & kejaksaan. Sanksi hukum paling lama 6 bln potong masa tahanan. Urusan perceraian bagian hukum perdata di pengadilan agama," jelas polisi senior. "Solusi?" "Surat perceraian sgt penting sebagai bukti tertulis kecuali pernikahan tanpa buku nikah yg hanya sebatas lisan," sorot matax tajam bagaikan mata elang. "Penyebab?" "Kepribadian lemah & pergaulan bebas sebagai pemicu perceraian," rambutx gondrong terurai hingga ke bawah bahu.

Joget & Mabuk2an

Doi banyak tahu ttg kebiasaan org Jepang. Saat diskusi panjang, terdengarlah suara musik bbrp ratus meter jarakx. "Acara joget2an lagi. Hampir setiap malam," ketus lelaki itu. Budaya jahiliah yg sdh mengakar, baik di pulau ini maupun di Pulau B, mantan t4 tugas. "Bgmn di Jepang?" "Tak ada seperti itu. Mrk sibuk bekerja senin - jumat. Pulang malam, kecapaian lalu tertidur. Sebagian kecil, mabuk lalu pergi tidur untuk bangun kerja esok pagi." "Mabuk mrk mengancam?" "Tidak. Mrk mabuk, diam & tertidur pulas. Jika tabrak org lain, org mabuk itu malah minta maaf. Beda kita disini, sedikit2 mabuk berteriak2 lalu tak jarang memukul". Dunia terbalik, muslim yg tak menghargai waktu, miras & mabuk2an.

Cool

Tutur katanya sopan, nada suara rendah, emosi dingin & berotak sarjana. Punya bbrp informasi sejarah para pendiri bangsa yg jarang terungkap. "Bapak sy guru sejarah," jelas CPNS itu. Sangat peduli dg situasi politik terkini. Beda dg karyawan lain yg hy tertarik berita hiburn, acara gosip, sinetron & olahraga. Malam itu, seperti biasa mrk kabur ke kamar jaga, duduk melingkar lalu bmain tipuan Kartu Joker sementara ada tayangan penting ttg rencana perpindahan ibukota. Doi bertanya bgmn analisa sy ttg isu itu. Stlh mendengar jawaban dari aspek ekonomi & politik, doi melebarkan pertanyaan pada kasus kerusuhan di Papua. "Haram hukumx melepaskan diri. Referendum adalah taktik politik yg berbahaya"

Gerimis Mengundang

Pertama kali doi mengirim pesan WA, sebuah undangan pernikahan atas namanya. "Alhamdulillah" kata hati yg terdalam. Teringatlah, perjalananku 3 tahun lalu di pulau eksotis ini. Penampilanx terlalu "berbahaya" di mata lelaki nakal bagaikan gerimis mengundang. Sentilan2 halus slalu terucapkn, berpengharapan adax sedikit perubahan. Rupanya, doi berespon positif. Sdh setahun lebih tampak berkerudung & menutup aurat meskipun blm berjilbab. Seringkali kebanyakan org salah mengartikan bahwa jilbab adalah kerudung. Kerudung itu kain yg menutupi kepala, rambut, leher dan dada, minus wajah. Jilbab adalah pakaian luar yg menutupi pakaian sehari2 berupa kain terusan dari pundak hingga dibawah mata kaki.

Kerajaan Kecil Multibisnis

Suatu senja di depan ruangan IGD yg sepi, diskusi dg perawat juragan kos. Bisnisx kini merambahi bensin, solar, distribusi kelapa & bahan bangunan. Terjun langsung penuh harapan akan nikmatx bermandikan IDR. Saran mertua selayaknya fokus pada 1 jenis usaha. "Kami org bugis terbiasa meluaskan usaha," jawabnya. Disaat kebanyakan karyawan menghabiskan waktu luang bermain tipuan Kartu Joker, doi keluyuran kerja keras membangun kerajaan kecil multibisnis. "Waktu adalah uang," klaimnya. Tak segan membantu org2 kunci disekitarnya. "Berbagilah! Suatu saat nanti mrk jg akan membantumu." Prinsip hidupnya unik, tak seperti biasa.

Jumat, 06 September 2019

Pinjaman CPNS

Doi CPNS yg inisiatif, cekatn & berotak sarjana. Tcepat lulus se-angkatan. Sy kepo dg gaji mrk, "Brp?" "85% dari total gaji" "Benarkah banyak diantara kalian menggadaikan SK di bank?" "Ya" "Untuk apa?" "Renovasi rumah, cicil motor & bayar utang" "Brp?" "CPNS maksimal 50 jt & PNS 200 jt" "Faktanya, teman2 CPNS biasa pinjam plg byk 35 jt sehingga potongan gaji sekitar 800 rb per bulan" "Tidakkah mrk takut dg dosa riba?" "Benar. Sy tak berani, lbh baik ditabung" "Lbh bagus diinvestasikan dg saling memanfaatkan kelebihan" "Bgmn dg pinjaman syari'ah? Katax byk hanya berlabelkan syari'ah?" "Ya. Contohnya, rumah cicilan tak boleh sekaligus sebagai barang jaminan beda dg kovensional"

Pak Haji

Berkunjung ke rumah Pak Haji yg baru pulang dari Tanah Suci. "Bgmn cuaca di Madinah?" "Panas" "Hujan?" "Ya, 3 kali" "Lama perjalanan?" "10 jam" "Perbedaan waktu?" "5 jam hari sama" "Indonesia lbh dahulu sholat 'Id?" "Ya". Pertanyaan kunci, lbh memastikan bahwa pendapat & praktek sholat 'id dimana Indonesia lbh belakangan 1 hari drpd Arab Saudi adalah sesuatu yg salah. Ketika Indonesia jam 5 subuh, Arab Saudi jam 12 malam di hari yg sama versi kalender hijriah. "Di rombongan brp meninggal?" "1" "Dikubur disana?" "Ya" "Batuk?" "Ya. Hampir semua jamaah masjid batuk" Mungkin perlu penelitian & memperketat higienitas air sam-sam.

Kamis, 05 September 2019

Sensai Lokal

Semalam dg 2 sensai, warga lokal yg pandai berbahasa Jepang. "Bgmn karakter org Jepang?" "Individualis, fokus kerja, disiplin, jujur & sopan. Teguh memegang prinsip & keyakinan. Belakangan ini makin banyak warga asli Jepang menjadi muallaf. Lebih taat drpd muslim turunan seperti kami" "Bgmn pandangan mrk kpd Islam?" "Umumnya positif. Banyaknya pendatang muslim ikut serta mempengaruhi persepsi mereka yg awalnya negatif karena hembusan opini & framing jahat terorisme" "Bgmn pendapat kalian hidup di Jepang?" "Nyaman, bersih, tertib, teratur, aman & canggih. Skrg sdh ada pemakaman muslim, makin banyak halal food & musholla. Sewa t4 sgt mahal. Pendapatan tinggi namun pajak & asuransi jg besar."

Rabu, 04 September 2019

Ilmu Pak Pulisi

Subuh hr jam stgh 5, mlayani pasien visum percobaan bunuh diri. Bbrp pulisi ikut mengawal karena masalah t4 kejadian. Seorg diantaranya, paling senior, 19 thn tlah bertugas, memberikan banyak ilmu & pengalaman selama menangani penyakit perilaku masyarakat. "Apa bedax penyelidikan dg penyidikan?" "Apa bedax menduga dan memastikan?" "Apa bedax proses pengaduan kasus pidana & perdata?" "Apa bedax penanganan kasus di pengadilan sipil & agama?" "Cara mengetahui perkataan jujur & bohong?" "Cara membedakn tangisan tulus & pura2?" "Kami terbiasa berpikir seperti apa yg dipikirkan pelaku kriminal sehingga sgt perlu pengendalian diri internal". "Cara mengukurx?" "Ada tes psikologi per tahun"

Selasa, 03 September 2019

Pacaran di Akhir Zaman

"Selain pemahamn sgt minim, cenderung mghalalkn segala cara, karakter yg keras & kasar, apa yg dia andalkan sehingga ngotot menikahimu? Apakah dia cantik?" "Tidak" "Org kaya?" "Tidak" "Keluarganya terpandang?" "Tidak" "Sarjana?" "Lu2san SMA" "Selama 1 minggu, pernahkah dia sholat?" "Tak pernah meskipun sy ajak" "Keputusanmu sdh tepat" "Org tua sy bcerita bahwa pernah di daerah ini, seorg wanita pergi menghadap Imam sambil membawa kopiah untuk minta dinikahkn. Dia mencurinya setelah duduk berduaan di tempat umum dg lelaki yg baru keluar dari masjid" "Bgmn dg rencanamu di bln 12?" "Batal, kami putus stlh tersebarx berita bohong itu" Komplikasi pacaran & kebiasaan berkhalwat di era akhir zaman.

Duda 1 Minggu

Julukannya Duda 1 Minggu. Pasca sholat maghrib, sy bertanya, "Bagaimana Anda menikah?" "Dijebak. Dia membuat kabar burung di keluarga dan kampung bahwa dia hamil" "Knp Anda mau?" "Budaya disini Dok. Jika wanita sdh mendatangi pihak keluarga pria & mengaku seperti itu maka harus dinikahi" "Knp diceraikan?" "Ada bukti USG, dia tdk hamil. Sy jg tak pernah menyentuhnya" "Knp dia menyukaimu?" "Salah tanggap. Sy berbuat baik bkn karena suka tp berkerabat dg pacarq" Rencana merit bln 12 batal karena kasus tak terduga ini. "Knp hy 1 minggu?" "Orgnya pemarah, pembohong, tdk sholat & tdk tu2p aurat" Doi kuliah sambil kerja. Rencana selesai tahun depan. "Inilah rintangan jalan menuju perbaikan diri."

Mengulur Waktu 1

Strategi mengulur waktu mulai membuahkan hasil. Berita samar-samar bahwa doi akan merit tak meragukan lagi. 

Bantahannya tentang klaim sepihak pacarnya kini menuju titik terang. Siang itu di kandang obgin, saat ane menulis status pasien. 

Doi berada disisi lain sambil terus "mengerjai". 

"Jangan main-main dengan kata-kata seperti itu," ucapqu memuja wajah serius. 

"Kapan kalian akan menikah?" 

"Doakan saja Dok" 

"Apa masalahnya?" 

"Dana" 

"Tak usahlah tinggi-tinggi" 

"Keinginan keluarga bahkan harus lebih tinggi daripada adik" 

"Dia sudah menikah?" 

"Ya. Dia mendahuluiq" 

"Ceritakanlah tentang dia duit duit lamarannya". 

"Bersediakah Dokter datang ke acara pelaminanq?" 

"Tergantung, jika saya berada di Kota M atau sedang tugas di Pulau W maka tak bisalah".

Senin, 02 September 2019

Kehilangan

"Di Jepang, tak ada penduduk asli akan mengambil barang milik org lain yg tertinggal," kata doi. "Berarti mereka jujur. Berapa kali pernah kesana?" "2". Sore ini, ane kehilangan kacamata anti-UV. "Maybe saat di warung." Bergegas balik ke sana, hanya ada bapak muda beserta anaknya. "Dimana ibu penjaga toko? Saya mau b'tanya kepadax ttg 2 anak yg tadi berdiri dekat kendaraan. Mereka tlah mengambil kacamataq." "Tunggu sebentar" Tak berapa lama, datanglah ibu penjaga sambil berkata, "Eh ... dari tadi ditunggu. Kacamata Pak Dokter tertinggal, saya menyimpannya dlm plastik." Ane merasa sangat bersalah, tlah menuduh tanpa bukti.

Sabtu, 24 Agustus 2019

Pengangkut Koper

"Kira2 sy lulus ke Jepang?" "Ya" "Perkiraan level brp?" "6-7". Pertanyaan dan jawaban berulang. Ane berani mematok diatas level 5 karena bbrp minggu sebelumnya, bermimpi berada di negeri Jepang. Tlah 2 kali bermimpi terkait t4 dan selalu menjadi kenyataan. Pertama, mimpi berada di daerah dg penduduk berkulit lebih gelap & rambut keriting. Jawabannya setelahx, ane kerja di Tanah Papua. Kedua, mimpi berada di hutan negeri Malaysia. Fakta sesudahx, ane berkunjung ke Kualalumpur & dipertemukan dg "saudara2" yg baik hati. Tak berani perkirakan diatasx koz ini hanyalah sbh mimpi. Jawaban hr ini, doi lulus & maybe ane akan terikut kesana meskipun hanya sebagai "pengangkut koper".

Ahli Forensik & Ilmu Faal

Bertemu pertama kali dg teman sejawat, dosen Unhas, sekaligus tempat konsul berkaitan ilmu faal dan ilmu forensik. Keduanya punya pengalaman banyak sebagai dosen terbang ke berbagai universitas di Indonesia Tengah dan Timur yg dibina oleh Unhas. Sungguh perjuangan luar biasa.

Juga bertanggung jawab terhadap berbagai laporan dan ujian mahasiswa. Ukuran kinerja bermental pendidik yang patut diteladani. "Konsistensi mengajar meskipun terbang di tempat jauh merupakan kunci kepercayaan kerjasama antar universitas," ucap si ahli forensik, doi sekilas mirip Detective Conan.

Bertemu Gubernur Johor Malaysia

Ada rasa haru bertemu kembali dg teman2 seangkatan. Keadaan tak seperti dulu lagi. Status pekerjaan, ekonomi, sosial dan politik tlah banyak berubah. Diantaranya, seseorang teristimewa, Menteri Besar (Gubernur) Johor Malaysia.

Terakhir bertemu di Palu tanpa sengaja pasca bencana alam. "Sy lihat kalian berdua sangat akrab?" tanya "pengawal"q, pak pulisi yg turut bersama seorg teman sejawatnya.

Pak Gubernur memilih duduk persis disampingq, bincang2 santai bersama teman2 ttg permasalahan yg ada di Johor, terutama rumah sakit yg minim dokter spesialis dan bagaimana solusi praktisnya.

Selasa, 20 Agustus 2019

Kakek Tua

Usianya 78 tahun, kakek beranak 7, hidup sendirian ditinggal mati isteri sejak 7 tahun lalu sementara anak2nya ikut suami di tempat jauh. "Biasa makan apa?" "Nasi" "Prinsip hidup?" "Apa yg ada selalu disyukuri. Tdk stres memikirkan apa yg tdk ada." "Rutin olahraga?" "Selalu jalan pagi keliling kompleks setiap selesai sholat subuh." Doi pensiunan angkatan laut.

Masih bisa menyetir mobil sendiri, baca tanpa kacamata & berjalan tanpa tongkat. "Usia bapak sangatlah jarang ditemukan". Doi tersenyum tipis mendengarkan kata sanjungan. Berjalan sedikit terbungkuk meninggalkan poli umum.

Kamis, 08 Agustus 2019

Mimpi Bertemu Nabi Yusuf AS

Mimpi plg membingungkn, apa maksudx ane bertemu Nabi Yusuf AS? Beliau berdiri di sebelah kiri Nabi Muhammad SAW. Tampak wajah Muhammad SAW lbh ganteng. Rambutnya terurai kaku seperti salju, berkilauan bagaikan permata. Terjadi bbrp minggu stlh mimpi kedatangan Rasulullah SAW solo.

Coba menebak! Ane bekerja di sebuah pulau eksotis, penduduknx banyak yg rupawan. Kaum wanitax sgt agresif, beda dg karakter budaya di t4 lain. Bgmn sikap anda jika bbrp diantaranya "mengerjaimu"? Sementara level pemahaman & standar perilakumu masih berbeda? Stalling for time is the best exit strategy?

Selasa, 06 Agustus 2019

Akhir Zaman

"Arah datangx sinar matahari bergeser sekitar 1 meter ke utara," ujar seorang pasien paruh baya. "Banyak diperbincangkan org2 tua dlm 1 minggu terakhir," tambah seorg perawat. "Ada masax nanti di akhir zaman, matahari akan terbit dari barat selama 1 hari," kata pemetik harpa.

"Selama 9 tahun mukim di warung dermaga, baru kali ini cuaca sangat dingin. Sy tak bisa mandi pagi. Badan jg terasa hangat." "Agak mirip dg cuaca Madinah di bulan januari." "Kemarau panjang selama 3 tahun sebagai tanda akhir zaman." Teringat lagi salah satu mimpiq, ber3 duel lawan si-D, makhluk menakutkan di akhir masa.

Sabtu, 03 Agustus 2019

Miras

1 anggota Paskibra tumbang, diantar bbrp anggota TNI & seorg perwakiln Dinas Pariwisata, Pemuda & Olahraga. "Selama tugas disini, sy pertama kali mengunjungi RS," kata anggota TNI. "Kekuatan tubuh sgt brpengaruh thdp ketahanan sinar matahari. Sy sejak SMP sdh biasa melaut, merokok & miras tp tubuh masih sehat," ujar org dinas.

Doi brcerita seorg dokter muslim jg bbrp kali miras saat tugas di pulau lain. Secara fakta, efek rokok & miras berbeda. Secara hukum, miras haram sedangkn rokok makruh. "Haramnya miras bukan karena merusak kesehatan," timpal ane. Doi lalu pergi menjauh & mendekati pasien.

Selasa, 30 Juli 2019

Pesugihan

Doi sdh 9 tahun kerja sebagai driver bandara. Bolak-balik bandara-kota. Berlogat jawa dg kampung halaman di Kediri, kota terkenal dg sebutan kampung Inggris.

"Benarkah disana banyak ilmu hitam?" Ane teringat dg laporan 2 kasus dugaan serangan makhluk astral pada 2 pelajar pendatang, 1 meninggal tak wajar. "Di Jawa, masih banyak praktik pesugihan. Untuk cepat kaya, biasa pelihara tuyul meskipun mesti ada tumbalnya." "Hewan?" "Bisa manusia, biasanya anak kandung." "Dibunuh?" "Tidak. Mati karena sakit."

Loader

Suatu sore, seorang bapak paruh baya datang ke klinik untuk urus surat sakit. Doi kerja sebagai loader. What? Loader? Bukankah di kota ini tak ada perkebunan kelapa sawit seperti di Papua Barat? Tempat ane 8 bln.

"Loader bagasi penumpang pesawat," jelasnya. "Kenapa barang bawaan client seringkali cacat?" "Tergantung oknum teman2. Kami jg seringkali terpaksa tergesa2 karena batasan waktu hanya 15 menit setiap penerbangan baik penumpangnya banyak maupun sedikit." Bukti sekali lagi bahwa aturan (sistem) seringkali dominan "memaksa" orang untuk berbuat kesalahn, bukan semata2 hanya kesalahan oknum.

Minggu, 07 Juli 2019

Undangan Presiden

Siang ini mendapat undangn dr Presiden versi KPU. Santap siang bsama byk org. Ane duduk sekitar 5 m di depanx yg sdg berpidato singkat. Tak jelas apa isix. Sesaat kmdn, undangan penting datang, Presiden versi rakyat dg seorang teman. Tdk menyapa sama sekali dan langsung mengambil makanan prasmanan. Presiden I segera dtg menghampiri disebelah kiri belakang tp terhalang org disebelah. Lalu berpindah ke kanan belakang tp kembali orang itu menghalangix. Akhirx 7an kesampaian jua. Beliau menyodorkn tangan hendak bjabatan tangan tp Presiden II tak menyambut. Ada sesuatu yg beliau sampaikn kpdx. Tiba2 ane terbangun. "Akh, mimpi rupanya. Jam brp skrg?" Hampir jam 3 blm masuk ashar, alhamdulillah.

Sabtu, 06 Juli 2019

Titipan Bayi

Kaget setelah menerima WA ada bayi baru lahir di rumah. Dititip oleh temannya teman kemenakan is-3. Keduanya tdk akrab, sdh lama tak komunikasi namun tiba2 kemarin melakukan kontak dan membawa seorang bayi botak pakai grab. Bersama 2 pasang baju dan celana, susu dan botolnya. Pesannya anaknya dititip dan minta tolong dijagakan dan akan segera kembali setelah keperluannya selesai. Namun hampir 24 jam, ibunya yg kuliah di universitas swasta belum datang. Tangisan bayi yg sdh lebih 5 tahun tak terdengar di rumah. Setiap ditanya, "cita2 punya anak berapa?" "100 orang," jawab ane spontan dg wajah datar.

Uang Pelicin

"Kenapa perlu uang pelicin?" "Keimanan rendah, aturan administrasi yg rumit, kebiasaan dan kebutuhan. Sekitar 90% pegawai negeri berutang di bank untuk keperluan nikah, bangun rumah, cicilan kendaraan, biaya pendidikan & gaya hidup sehingga mereka butuh uang tambahan. Negara saja punya banyak utang sehingga menjadi contoh yg dianggap wajar oleh rakyat," ungkap perawat juragan kos. Berdua diskusi santai di pinggir jalan depan rumah barunya yg sdh selesai 50%. Rencana akan dikontrak sebagai kantor BPJS. "Sy berprinsip, waktu adalah uang, menjaga ketat kepercayaan, tumbuh bersama mitra bisnis dan menunda kesenangan," tambahnya lagi.

Jumat, 05 Juli 2019

Aktifis Lingkungan

Pasca makan malam di warung andalang, ane mengikuti diskusi 2 org ttg kasus banjir karena pertambangan dan perkebunan kelapa sawit. Org I aktifis lingkungan, pernah ditahan karena vokal menolak tambang tahun 2013. Pelapornya, mertuanya sendiri yg merasa dirugikan milyaran rupiah karena tanahnya batal dibeli pengusaha tambang. "Sy banyak dimusuhi warga dan para pejabat. Biasanya pendemo masuk angin" katanya. Temannya, kepala desa akhirnya s7 tambang setelah diberikan 40 juta. "Banjir sekarang karena pendangkalan sungai. Sawah sy ikut tenggelam. Tetangga sy hampir gila karena stres padi matangnya tiba2 hilang". "Barulah sekarang masyarakat merasakan akibatnya," tambah org II, seorang guru.

Luberan Banjir

Sejak semalam doi tiba setelah berminggu2 di lokasi bencana banjir sebagai tim medis. "Benarkah penyebabnya tambang dan kelapa sawit?"

"Volume air sgt besar di hulu sedangkan di hilir sebagai lokasi tambang. Kelapa sawit letaknya lebih diatas. Air meluber dari hilir yg banyak dihuni oleh warga yg pernah direlokasi setelah banjir besar sebelumnya tahun 2013" "Knp korban jiwa tak ada?" "Warga sdh antisipasi sejak banjir pertama seminggu sebelumnya. Banjir kedua hanya hitungan menit cepat naik diatas kepala." Ane batal sebagai relawan medis karena sedang bertugas di RS

Sabtu, 29 Juni 2019

Jaringan Narkoba

Doi polisi garis lurus. Seringkali sholat berjama'ah di masjid. Sholat dan ibadah sunnah menjadi kegemaran. Anaknya 4, tetra cowok. Tertua kuliah di universitas negeri.

"Bagaimana pergaulannya?" "Anak sy tdk ada yg merokok." "Sadengar, kasus narkoba banyak terjadi?" "Sangat. Malam td 17 orang ditangkap karena narkoba di t4 hiburan eks MTQ," sambil memperlihatkan beritanya di WAG polisi. "Sulit ya, karena banyak jaringannya." "Ya" "Jaringan internasional?" "Tidak tahu" "Disemai dlm THM?" "Bahkan sdh masuk ke rumah2 penduduk."

Muslim Tionghoa

Fisik dan namanya khas etnis Tionghoa. Sore ini, kunjungan kedua perawatan luka di klinik. Disela2 pelayanan, doi banyak mengomentari kasus2 kriminal pejabat. "Kenapa ada yg rajin sholat tapi korupsi?" "Meskipun imannya tinggi, jika berada pada masyarakat dan sistem yg rusak maka keimanan akan tergerus sedikit demi sedikit. Ibarat penyakit infeksi, imunitas tinggi belum cukup menjaga kesehatan seseorang jika dia hidup dalam lingkungan yg penuh kuman penyakit."

Ane curiga dg agamanya karena bbrp kali istilah Islam dia ucapkan. "Saya muslim sejak usia 10 tahun. Jg sdh haji sejak tahun 70-an".

Kamis, 20 Juni 2019

Poligami

Secara teoritis, doi banyak informasi terkait "isu yg sensitif". Seingat ane, sdh 2 kali melakukan "action". Lelaki "sejati" yg tak ada matinya.

"Ada org berpendapat, tak ada wanita yg rela dimadu," tak ragu ane bertanya. Doi amat senang dg tema ini. "Wanita ibarat tulang rusuk, dibiarkan akan bengkok, dipaksakan akan patah." "Lalu solusinya?" badan agak dimajukan ke depan. "Itulah seninya !" jawabnya singkat. Tak terasa, pikiran terbang melayang ke atas awan, larut dg pertanyaan sendiri.

Hak Nafkah Orang Tua

"Ada hak orang tua untuk mendapatkan nafkah dari anaknya sehingga isteri tak boleh melarangnya," ujar dirut RS.

Peryataan yg membuat ane "terbangun dari tidur yg panjang". "Bayangkanlah jika isterimu sdh tua lalu kamu sdh tak ada lagi di dunia kemudian menantunya melarang anak kamu mengirim sejumlah uang nafkah kepadanya. Beritahukanlah kepada para isteri yg tak perhatian kepada mertuanya. Boleh jadi karena sebab itu, rezeki kamu tertahan diberikan oleh Allah SWT," lanjut 01. Ane lihat matanya berkaca-kaca sementara ane menyembunyikan sedikit rasa bersalah.

Senin, 10 Juni 2019

Banjir Kiriman

Doi perawat yg sgt terampil & percaya diri. Anggota klub motor yg touring selama Ramadhan mengelilingi 2 provinsi. "Setiap masuk waktu, singgah di masjid sholat berjamaah. Ta'jil di warung, nginap & sahur di rumah anggota."

Lebaran di kampung yg terdampak banjir & terjebak longsoran hingga telat masuk kantor. "Sy lihat air sungai sangat keruh, apakah banjir kiriman karena hutan gundul?" tanya ane. "Bukan, kebanyakan karena tanaman hutan ditebang dan diganti dengan kelapa sawit sebagai lahan perkebunan. Tanaman kebun tak mampu menahan debit air, hasil curahan hujan yg lebat & berlangsung lama."

TKW

Selama 7 tahun, doi bekerja sebagai TKW di Makkah dekat Ka'bah. Majikanx pensiunan polisi. "Dia baik. Beda dg majikan lain yg jahat" "Brp persen TKW mengalami kejahatan?" "Sekitar 70%".

"Benarkah TKW bersalah?" "Tdk. Warga disana mudah menuduh bahkan bersumpah atas nama Allah SWT & Ka'bah padahal merekalah pelakunya. TKW kebanyakan membela diri" "Benarkah TKW sebagai budak?" "TKW dianggap telah dibeli majikan. Tergantung pemahaman keislaman majikan & niat TKW. Jika majikan kurang taat & berasal dari marga tertentu maka TKW sangat berisiko mengalami kekerasan fisik, seksual & gaji tak dibayar."

Sabtu, 08 Juni 2019

Pekerja Tambang

Diskusi dg 2 org yg tahu banyak ttg keadaan pekerja tambang. "Setiap hari, lebih 100 org pekerja asal China berdatangan. Berpasport wisata dg masa berlaku 2 minggu. Khusus mereka, bisa untuk bekerja sampai 3 bulan," kata org I. "Apakah melanggar aturan?" "Ya. Tapi bgmn tindakan anda jika sekarung uang diberikan tunai di depan mata?"

Org II berkata, "Mereka sgt jorok. Saat mandi bersama & buang hajat. Seringkali marah2 tanpa tahu maksudnya apa. Kami berkomunikasi lbh byk dg bhs isyarat." "Syaratnya mesti mampu berbahasa indonesia tp tak ditaati. Akalnya jg byk error karena air minum mrk miras."