Sabtu, 30 Oktober 2021

Tobone 1

Kesalahpahaman terjadi lagi. Kali ini berurusan dengan 2 anak muda, pekerja santuy di Pelabuhan B, Kabupaten B.

Akar masalahnya ada 2. Pertama, keduanya memakai kata "hendak membantu" namun berujung pada permintaan upah. Membantu itu berarti memberikan bantuan tanpa pamrih.

Namun pada lokasi, kebiasaan dan ideologi tertentu, istilah ini telah berpadu dengan 2 sayap pengertian yang berbeda.

Baru saja, kira-kira 2 jam sebelumnya, driver andalan mengutarakan suatu problema yang terjadi di kabupaten itu. Mangkraknya tambang logam karena mendapatkan pertentangan massal dari warga lokal.

"Mungkin saja warga takut dengan risiko kerusakan alam"

Pandangan matanya tajam ke depan bagaikan si mata elang, kedua tangan mempertahankan posisi setir mobil seperti si tangan kangguru dan kedua telinga siaga dari berbagai suara bak si kuping kelinci.

"Bapak yang pernah lama kerja di Pulau K, benarkah disana kerusakan lingkungan marak terjadi ?"

"Ya. Bekas-bekas galian tambang berubah menjadi danau. Airnya jernih namun tak ada tumbuhan dan ikan yang bisa hidup. Kandungan zat beracun sangatlah tinggi. Tanah juga berubah tandus karena tanaman hutan musnah ditebang dan dibakar"

"Bukankah ada aturan, perusahaan wajib melakukan reboisasi?"

"Itu berlaku setelah pertambangan selesai. Kebanyakan perusahaan berlepas tangan begitu pekerjaan mereka selesai.

"Mungkin juga, perusahaan tidak mau peduli untuk memperbaiki kerusakan alam karena butuh biaya tambahan. Logika perusahaan swasta kapitalis bagaimana caranya memperoleh keuntungan sebesar mungkin dengan modal sekecil-kecilnya."

"Ya. Dananya milyaran sekali kontrak kerja untuk memperbaikinya."

Solusi Islam pada pertambangan skala besar adalah pengelolaannya berada pada tanggung jawab negara. Tanpa memakai logika untung rugi tetapi sebagai bagian dari tanggung jawab kepada rakyat.

Tanah pertambangan besar merupakan milik umum menurut ideologi Islam, bukan milik swasta dan juga bukan milik negara. Tanah pertambangan menjadi milik swasta pada ideologi kapitalisme dan milik negara pada ideologi sosialisme.

Negara hanyalah sebagai wakil rakyat untuk mengolahnya sehingga hasilnya dikembalikan utuh kepada rakyat setelah mengeluarkan biaya produksi, pengolahan dan distribusi, termasuk ongkos reboisasi hutan dan revegetasi lahan bekas tambang.

Dia membenarkan informasi tentang adanya ratusan pekerja tambang dari negara lain yang berdatangan hampir setiap hari.

Modus penjajahan negara kapitalisme sungguh takkan berubah. Pengalaman sejarah membuktikan, Negara-Negara Eropa di masa lalu, termasuk Belanda, membuat koloni di negara-negara jajahan, bermula dari kepentingan ekonomi dengan berdirinya VOC.

Tentara-tentara asing lalu didatangkan dengan alasan yang "lebih masuk akal", yaitu melindungi kepentingan dan monopoli perniagaan rempah-rempah. Para sultan berusaha dibantu oleh pihak penjajah sedangkan para bangsawan yang tak mau bekerja sama akan disingkirkan.

"Bantuan menurut mereka bukan gratis sebagaimana kelakuan kita saat menyumbang masjid. No free lunch, tak ada makan siang yang gratis, versi mereka"

Bantuan negara-negara utama di dunia saat ini dominan bermotifkan politis, yaitu demi mempertahankan dan merebut hegemoni ekonomi dan politik (termasuk militer).

Sedangkan bantuan 2 anak muda yang polos diatas hanyalah bermotifkan uang untuk biaya mempertahankan hidup.

Kerasnya kehidupan demokratis sebagai risiko wajar dari dominasi ideologi selain Islam. al Qur'an (QS. Thaahaa : 124) menyebut keadaan seperti itu dengan istilah "penghidupan yang sempit" alias ma'isyatan dhanka. Hidup memang pahit dan lebih pahit daripada kopi hitam kita.

Kedua, akadnya sepihak, yaitu dari mereka berdua setelah transaksi selesai. Mestinya, sebagaimana yang saya pelajari dari kajian sistem ekonomi Islam, akad itu mestilah kesepakatan dari 2 pihak, yaitu saya dengan mereka. Bukan sepihak, yaitu hanya dari mereka.

Kesepakatan itu juga mesti dilakukan sebelum transaksi dan bukan setelahnya. Diatas kapal ferry, saya berdebat untuk mengajari tentang akad bisnis kepada keduanya beserta 1 temannya yang lain.

"Mestinya dari awal kalian menjelaskan bahwa ini ada bayarannya. Jika kita sepakat maka berlanjut kepada kesepakatan berikutnya yaitu berapa rupiah nilai jasanya."

Rupanya kebiasaan ini sudah berlangsung sejak lama dan berpotensi menimbulkan konflik. Juga tidak hanya terjadi di pelabuhan tetapi seringkali kita bisa jumpai di terminal-terminal bis termasuk Terminal D di Kota M. Ini diinfokan oleh 3 penumpang kapal ferry kepada saya.

Ada informasi, sebagian mobil dan penumpang enggan singgah ke terminal karena adanya biaya-biaya tambahan yang tidak resmi.

Sepertinya, pengetahuan akad bisnis versi syari'ah sangatlah penting kita pahami. Ditengah dominasi sistem ekonomi kapitalis, berkembang pula transaksi non syariah yang berbungkuskan syari'ah. Dimanakah posisi mereka yang bermata jeli ?

Sabtu, 09 Oktober 2021

Bravura 3

Tak seperti biasanya, sore itu setelah istirahat, saya tidak lanjut latihan. Sudah ikut pemanasan (stretching) dan latihan dasar bersama di sesi sebelumnya. Kami berdua larut diskusi tentang organisasi kempo di Indonesia, sejarah awal lahirnya kempo di dunia dan beberapa jurus kempo yang bisa mematikan.

"Bela diri ini di negara kita masih dipengaruhi oleh pimpinan kempo di Jepang. Mulai sabuk hitam Dan IV harus ikut ujian internasional. Pengujinya langsung didatangkan dari sana," ujarnya. Doi mengenakan sabuk hitam dan di bahu kanan tercetak tulisan Dan IV.

Berbeda dengan kebanyakan seni bela diri, Shorinji Kempo dikendalikan secara tunggal di dunia yaitu dari kantor pusatnya di kota kecil Tadotsu, Pulau Shikoku, Jepang.

"Hanya 5 orang pemilik Dan IV di daerah sini. Ada 2 pemegang Dan V di Kota M," tambahnya.

Di dunia, tingkatan tertinggi, Dan IX, dipegang oleh orang Jepang. Ketua Shorinji Kempo saat ini adalah Yuuki So, seorang wanita Jepang dan anak kandung dari pendiri kempo, Doshin So.

Siapakah Dia ?

Doshin So memiliki nama kecil, Nakano Michiomi. Dia lahir pada tanggal 10 Februari 1911 di sebuah desa kecil yang terletak di pegunungan dan perbatasan Prefektur Okayama - Hyogo, Jepang. Ayahnya kecanduan alkohol dan meninggal pada usia muda 30 tahun sementara saat itu dia masih berumur 8 tahun.

Ibunya berstatus single parent yang bekerja keras menghidupi keluarga sejak pagi hingga tengah malam setiap hari. Nakano Michiomi kecil (9 tahun) terpaksa harus mengasuh kedua adik perempuan (7 dan 5 tahun) disaat ibunya tak ada di rumah.

Dua tahun kemudian, ketiga anak itu terpisah karena ibunya sakit-sakitan dan harus mengabdikan diri ke sebuah lembaga keagamaan. Kedua adiknya dipelihara keluarga dari pihak ibu sementara Nakano Michiomi memilih pergi bersama kakek dari pihak ayah ke Manchuria.

Kakeknya seorang anggota Kokyuryukai (Perkumpulan Rahasia Ular Naga Hitam) dan menguasai beberapa seni bela diri (budo) seperti kendo (seni pedang), sojutsu (seni tombak) dan jujutsu (bela diri tangan kosong). Dia belajar darinya selama 7 tahun.

Nakano Michiomi kembali ke Jepang pada awal Mei 1926 ketika ibunya baru saja meninggal dunia. Disusul kematian adik bungsu pada bulan agustus lalu adiknya yang lain pada bulan april setahun kemudian. Kakeknya juga tiba-tiba meninggal pada tahun itu.

Tinggallah dia kini sebatang kara tanpa kehangatan keluarga dan recehan harta benda. Merantau ke Tokyo menjadi pilihan terbaik. Dia tinggal disana bersama seorang kenalan.

Keadaan semakin parah akibat depresi ekonomi setelah Perang Dunia I (1914-1918). Jepang masih berada di Blok Sekutu (Entente) waktu itu melawan Blok Sentral. Perekonomian tidak teratur dan angka pengangguran sangatlah tinggi.

Di usia 17 tahun (1928), Nakano Michiomi masuk menjadi tentara sebagai agen pasukan khusus (Special Expeditionary Force) dan ditempatkan di Manchuria (sekarang Provinsi Dongbei, China).

Manchuria merupakan koloni Jepang yang terletak di wilayah China Barat Laut.

Dia ditugaskan pada sekolah Taoist yang dikepalai oleh Chen Liang. Chen Liang adalah orang penting dalam perkumpulan rahasia (Zaijia Li), guru (shifu) perkumpulan Bunga Teratai Putih (Byakuren) dan Tinju Shaolin Utara (Shorin). Nakano Michiomi mempelajari teknik gerakan Quan Fa (tinju) sekaligus pengajaran Budha (Chan-Zen) dibawah bimbingannya.

Nakano Michiomi terkena penyakit tipus dan dikembalikan ke Jepang. Pada Bulan Januari Tahun 1931, Dia lalu bergabung dengan Kesatuan Angkatan Udara I di Kagamigahara, Prefektur Gifu.

Pada Bulan April 1931, dia pingsan dan menderita demam tinggi ketika latihan terbang malam. Dia memiliki penyakit katup jantung dan harus mendapatkan perawatan selama 6 bulan. Para dokter memperkirakan sisa hidupnya hanya 1 sampai 3 tahun.

Pada Bulan Oktober 1931, Nakano Michiomi kembali ke Manchuria sebagai agen intelijen dan bertemu kembali dengan gurunya, Chen Liang. Karena alasan tak punya umur panjang lagi, dia rela melakukan beberapa misi berbahaya yang bisa mengundang gerimis kematian.

Chen Liang berkata kepadanya bahwa tak ada manusia yang bisa menentukan sisa hidup seseorang dan harus berusaha serta berjuang untuk tetap bertahan hidup. Dia lalu merawatnya dengan pijatan dan teknik akupressur (keimyaku iho, seiho atau seitai jutsu).

Pada tahun 1932, Chen Liang membawanya kepada Wen Taizong di Beijing, China. Wen Taizong merupakan guru besar (shifu) dari Sekolah Shaolin Utara Yihemen Quan (Giwamon Ken) menggantikan Huang Longbai. Melalui Wen Taizong, Huang Longbai bersedia menjadikan Nakano Michiomi sebagai murid.

Dia mengajarinya 36 macam kuncian dan teknik gulat naga (Longxi Zhuji). Dia juga mempelajari teknik lemparan Wa Hua Quan (Goka Ken, Tinju Lima Bunga). Teknik inilah menjadi dasar prinsip lembut dan keras menjadi satu (Goju Ittai) pada Shorinji Kempo.

Sepertinya, Nakano Michiomi memiliki teknik belajar kinestetik sehingga cepat menerima pelajaran melalui gerakan tubuh, selain dari pengalaman berguru kepada kakeknya.

Di musim gugur 1936, Wen Taizong mengangkat Nakano Michiomi menjadi Guru Besar (Shifu) ke-21 dari Yihemen Quan dalam aula dari sebuah reruntuhan Kuil Songshan Shaolin di Xian, Provinsi Shanxi. Wen Taizong juga memberikan nama baru, Doshin So yang berarti "membantu jalan menuju religius".

Tanggal 9 Agustus 1945, serdadu Uni Soviet menyerbu Manchuria lalu menyusul kekalahan Jepang sebagai Negara Poros dari pihak sekutu di Perang Dunia II (1939-1945), Doshin So kembali ke Jepang dan mendarat di Sasebo, suatu daerah di Nagasaki, pada tahun 1946. Kemudian pindah ke Osaka dan berbisnis suatu produk bahan kimia.

Dia lalu ditawari beberapa lahan di Tadotsu, Pulau Shikoku, Daerah administrasi Kagawa. Pada Tahun 1947, Doshin So mendirikan Shorinji Kempo di lokasi itu dan menjadikannya sebagai pusat latihan dan organisasi hingga kini.

Shorinji Kempo sendiri berasal dari kata sho = kecil, rin = hutan, ji = kuil, ken = kepalan tangan/tinju, po = metoda. Kata Shorinji merujuk pada sebuah kuil Shaolin di Tiongkok.

Tanpa sadar, Doshin So mempraktekkan rumus ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) terhadap seni bela diri Shaolinsi Kung Fu hingga memberikannya nama, Shorinji Kempo.

Tak terasa diskusi bersama senpai kempo Dan IV. Latihan para kenshin selesai sudah. Matahari segera mengalami swastamita di sebelah barat. Adzan maghrib kembali bakal bergema di setiap sudut kota lalu datanglah dominasi kegelapan malam.

Sementara itu, perkataan senpai "kasih sayang tanpa kekuatan adalah kelemahan, kekuatan tanpa kasih sayang adalah kezaliman" akan selalu melekat di hati.

Jumat, 10 September 2021

Mr. Porcupine 1

Diskusi singkat bersama Mr. Porcupine di ruangan poli rumah sakit. Berawal dari kedatangan Bunga Melati yang dimintai tolong olehnya untuk pengambilan resep obat.

"Dia aset daerah," pujinya kepada Bunga Melati. Status mereka berdua sebagai karyawan andalan rumah sakit umum daerah.

"Karena apa?"

"Bisa bayar pajak," ujarnya. Dia tersenyum.

Kesuksesan bisnis warga secara tidak langsung akan menguntungkan negara dan daerah karena berdampak pada semakin banyaknya pemasukan melalui pajak negara dan retribusi daerah. Inilah yang disebut pajak demokratis.

Bunga Melati sedang merintis usaha kuliner dan buah. Seringkali dia beriklan melalui status media sosial.

"Kenapa mesti bayar pajak?" tanya Bunga Melati.

Sebelum menerima jawaban, wanita jombloH itu buru-buru keluar dari ruangan. Mungkin ada urusan lain yang lebih penting baginya. Tinggallah kami berdua dalam ruangan itu.

"Kenapa mesti ada pajak?"

"Risiko sebagai negara kapitalisme, pendapatan utama negara selalu dari pajak. Di negara demokrasi mana saja akan seperti itu. Di Amerika Serikat, Malaysia, Jepang dan lain-lain. Hanya teknis administrasi dan besaran pajak bisa tak sama disetiap negara."

Misalnya di Jepang, pajak disana lebih tinggi daripada negeri I. Warganya juga lebih taat bayar pajak sehingga wajar mereka lebih banyak mendapat subsidi negara. Argumen ini pernah dikemukakan dr. AP., salah seorang dokter andalan rumah sakit yang pernah berkunjung ke Negeri Sakura.

Di Malaysia berdasarkan pengalaman hidup, pendapatan pajak parkir memakai bantuan teknologi dan langsung masuk ke kas negara tanpa melalui tangan tukang parkir resmi maupun abal-abal sehingga terkesan lebih teratur.

"Bagaimana caranya suatu negara hidup tanpa pajak?" tanya Mr. Porcupine.

Tak seperti biasa, pagi itu, rambut landaknya berdiri lunglai seperti tanpa perawatan. Pada keadaan biasa, dia punya rambut berdiri tegang bagaikan rambut landak sehingga Jeng Gosip suatu hari memberikan gelar Si Rambut Landak.

"Di negara demokrasi liberal, pajak wajib ada karena kekayaan alam telah dikuasakan, dikelola dan dimiliki oleh pihak swasta."

Secara teori, penguasaan kekayaan alam oleh perusahaan swasta tak terlepas dari prosentasi kepemilikan saham berdasarkan aturan perseroan ala kapitalisme. Cukup menggelontorkan dana 50 + 1 persen, perusahaan akan menjadi milik anda.

"Bagaimana pajak menurut Islam?" tambah Mr. Porcupine.

"Pajak dalam sistem Islam bukanlah termasuk penghasilan utama negara. Juga tidak termasuk pendapatan tetap bagi APBN"

"Jika bukan dari pajak, sumber pemasukan negara dari mana?"

"Banyak. Ada anggaran dari pendapatan harta milik negara dan harta milik umum yang dikelola negara. Contoh harta milik umum seperti hasil tambang." Kalian bisa mendalami informasi ini dalam Kajian Sistem Ekonomi Islam.

"Adakah pajak dalam sistem Islam?"

"Pajak seperti dalam konteks sekarang (pajak demokratis) tidak ada. Pajak (dharibah) hanya diberlakukan sementara (bersifat temporer) pada kondisi yang penting dan mendesak. Ketika kondisi itu sudah berlalu maka pajak tak berlaku lagi. Pajak juga bukan untuk semua penduduk tetapi spesifik pada warga negara yang muslim, laki-laki, dewasa dan kaya original."

Saya menyerahkan resep obat kepadanya. Rambutnya kembali jadi perhatian. Saya selalu penasaran dengan merk minyak rambut pilihan. "Hari ini pakai minyak rambut apa?" kelakar saya jika bertemu dengannya.

Dia datang mendekat lalu bertanya topik lain.

"Bagaimana hukum Islam berinvestasi saham? Samakah dengan judi?"

"Saham ada 2 jenis. Saham sebagai investasi sektor riil dan non riil. Investasi sektor riil yaitu usaha jasa atau bisnis barang seperti patungan dana dari satu atau lebih investor untuk suatu usaha bisnis. Disitu dijelaskan jenis bisnis dan prosentasi bagi untung dari keuntungan bersih secara jelas. Usaha non riil yang tidak dijelaskan secara spesifik jasa atau barang maka jenis tanam saham seperti ini tidak boleh"

"Kenapa bisa?"

"Inilah yang disamakan dengan permainan judi seperti aktivitas di pasar saham. Transaksinya hanya berdasarkan kondisi psikologis pasar secara non riil."

"Bagaimana jika sebuah perusahaan tanam saham di bank syari'ah?"

"Mesti dilihat faktanya, jika disebutkan secara spesifik jenis usaha, prosentase bagi untung dan risiko kerugian menjadi tanggungan kedua pihak maka mungkin tidak masalah. Namun jika tidak seperti itu berarti bisa disamakan tanam saham di sektor non riil."

Saya menggunakan kata "mungkin" karena ada beberapa faktor lain yang mesti juga diteliti berkaitan dengan jenis akad dan syarat-syarat transaksi.

Biasa terjadi di dunia nyata, ada 2 akad atau lebih dalam 1 transaksi. Juga syarat-syarat yang tidak syar'i dimana syarat-syarat tersebut bisa sampai merusak akad. Keduanya tak boleh menurut hukum ekonomi syari'ah tapi dianggap biasa saja oleh sistem ekonomi konvensional (kapitalisme).

Minggu, 15 Agustus 2021

Bravura 2

Dua bulan kemudian di musholla kapal ferry, saya bertemu dengan seorang pelatih taekwondo sabuk hitam di Pulau W.

Berbagai aliran bela diri sudah pernah dicoba mulai dari silat, kempo, beberapa aliran karate & terakhir taekwondo. Olahraga asal negeri ginseng (Korea) ini dipelajarinya dahulu kala untuk pertarungan bebas jalanan.

Tawuran remaja anak sekolah saat masih terombang-ambing dalam kejahilian tanpa kejelasan arah tujuan. Dia selalu hadir dalam membela teman-teman sekolah melawan serangan siswa jahat dari sekolah lain.

"Ini sisa-sisa irisan & tebasan benda tajam," dia memperlihatkan beberapa bekas luka di lengan. Saya melihatnya sekelebat saja kemudian pandangan buru-buru mengarah ke sajadah panjang di depan.

Bagaimanapun, saya takut dengan dampak kekerasan yang marak terjadi di masa sekarang. Cukup banyak channel youtube yang mengulas peristiwa horor criminal homicide di negara-negara demokrasi. Seorang pasien di Kota M pernah berkata, "kekerasan demokratis membunuhmu perlahan-lahan".

Kembali saya menoleh kepadanya.

"Pernah bertarung secara single dengan orang yang juga punya bela diri?"

"Ya. Waktu itu saya masih kuliah di Kota K. Di suatu hari, kami berdua janjian bertarung satu lawan satu di suatu lokasi yang agak sepi. Lawan saya seorang petarung Boxing Muay Thai."

Boxing Muay Thai merupakan bela diri asal negeri gajah putih, Thailand. Muay thai & taekwondo merupakan beladiri keras & olahraga kombat yang mengandalkan striking. Ini berbeda dengan silat & kempo yang lebih mendahulukan teknik elakan sebelum menyerang.

Muay thai & taekwondo unggul pada serangan atas namun lemah pada pertarungan bawah. Gulat, judo & jiu jitsu paling handal pada ground fighting melalui teknik bantingan & kuncian.

Muay thai memiliki 8 titik kontak, lebih banyak daripada tinju (2 titik pukulan) & olahraga beladiri lainnya (4 titik pukulan & tendangan). Selain mengandalkan teknik pukulan (chok) & tendangan (tae), muay thai juga menggunakan serangan siku (tee sok), lutut (tee kao) & pertahanan dorongan kaki (teep).

Serangan lutut muay thai terbukti berpotensi paling merusak daripada tendangan sisi karate, tendangan terbang ganda China & tendangan belakang berputar taekwondo versi Fight Science TV AS.

"Siapa pemenang?"

"Tak ada. Kami sama-sama sepakat untuk mundur tanpa kalah maupun menang"

"Bagaimana pukulan boxing muay?"

"Itu kelebihan mereka. Meskipun taekwondo punya teknik tendangan (chagi) mematikan tapi lemah pada pukulan. Sekarang para atlet taekwondo diajarkan teknik pukulan (jireugi), tusukan tangan kosong (chireugi) & sabetan anggota gerak kosong (chigi). Bahkan pakai senjata tajam seperti sabetan pisau (mok chigi) untuk mengikuti perkembangan"

"Pernah melawan ahli bela diri lain?"

"Ya. Lawan saya di babak final, seorang pemegang medali perak taekwondo. Pemenangnya akan mewakili Negeri I ke Sea Games"

"Oh ya?"

"Pengalaman bertanding apalagi di tingkat dunia juga sangat berpengaruh memenangkan pertandingan. Di ronde akhir dari 3 babak, saya terkecoh oleh taktik lawan. Sebenarnya 2 ronde awal, saya sudah menang angka. Namun di sisa menit terakhir dimana kemenangan sudah di depan mata, dia pura-pura lemah & sengaja membuka pertahanan. Saya terpancing ingin segera menjatuhkannya menggunakan tendangan cangkul (deolo chiki). Namun sebelum mengenai sasaran, dia tiba-tiba melayangkan tendangan melingkar (dolyo chagi) ke arah kepala dengan sangat cepat"

"Jatuh?"

"Pingsan"

Saya menelan ludah. Di beberapa video youtube pertandingan taekwondo, saya dibuat kagum dengan serangan tendangan cantik yang bisa sampai membuat KO pihak lawan.

Doi pernah beberapa kali mewakili Provinsi ST untuk mengikuti PON. Ikut pelatnas taekwondo di Jakarta selama 1 tahun dengan gaji per bulan diatas rata-rata.

"Benarkah silat menyerupai kungfu?"

"Tendangan taekwondo malah lebih mirip kungfu. Silat lebih bersifat seni"

"Kempo bagaimana?"

"Kunciannya amat berbahaya"

Mungkin inilah yang disebut teknik juho pada kempo yang berfokus pada kuncian, elakan & bantingan. Mesti diikuti teknik jatuhan untuk mengurangi risiko cedera otot & tulang.

Bravura 1

Kesempatan baik bertanya tentang berbagai aliran bela diri, teknik, kelebihan & kekurangan termasuk Mixed Martial Arts (MMA) bersama seorang praktisi Gojukai (Gojuryu Karate-Do Indonesia) Sabuk Hitam Dan 2 di Kota P.

Gojuryu merupakan salah satu gaya karate utama selain shotokan, shito-ryu & wado-ryu. Beberapa aliran besar karate lainnya seperti kyokushin, shorin-ryu & eechi-ryu. Semuanya berasal dari negeri Jepang.

Aliran karate yang diciptakan oleh Chōjun Miyagi ini memadukan teknik keras (Gō) & lembut (jū). Gō mengacu pada teknik tangan tertutup atau serangan lurus sedangkan jū mengacu pada teknik tangan terbuka & gerakan memutar.

Lima bersaudara, semuanya pemegang sabuk hitam (yudansha) Gojukai. Keseluruhan anaknya juga berlatih aliran karate tangan kosong ini. Benar-benar keluarga besar karateka yang fanatik.

"Karate bersifat umum, semua teknik dipelajari tapi tidak bersifat spesifik. Tendangan (chagi) khusus pada taekwondo. Bantingan & lemparan (nage waza) pada yudo. Kuncian pada gulat. Latihan & teknik black panther & kempo lebih keras daripada karate. Jika terjatuh, teknik paling cepat mengalahkan lawan adalah kuncian yang dominan ada pada gulat," jelasnya sambil makan kue lebaran. Disebelahnya ada minuman dingin sirup markisa.

"Gulat lebih efektif mengalahkan lawan?"

"Saya perhatikan pada pertandingan gulat,  sesama pegulat juga butuh waktu yang sangat lama dengan energi yang sangat besar untuk saling mengalahkan," jawabnya.

@@@@@@@@@@@@@@@@@

Dua tahun kemudian ...

Tak disangka, menyambangi dojo kempo di Daerah M. Awalnya, dikira tempat latihan karate. Belasan orang sedang latihan disaat kami berempat masuk ke ruangan yang tak seberapa luasnya itu.

"Boleh bergabung?" tanya Bunga Sakura.

"Silahkan," jawab senpai bersabuk cokelat, pemimpin latihan sore itu.

Z & Z lalu ikut latihan tanpa pemanasan terlebih dahulu. Dua hari sebelumnya, dogi kami beli di sebuah toko India Pakistan dekat Pantai L di Kota M. Belakangan baru ketahuan bahwa baju karate & baju kempo sedikit berbeda.

Mendengar kata kempo, saya teringat dengan pengalaman masa lalu ketika mengambil ekstrakurikuler saat masih mahasiswa. Kami diajari oleh senior bagaimana dasar-dasar teknik kempo dalam beberapa kali pertemuan.

Ada sedikit perbedaan teknik tangkisan dengan gojukai. Menangkis pakai otot yang diregangkan. Tentu ini mengurangi rasa sakit & risiko cedera daripada menangkis pakai tulang. Ada juga teknik jatuhan yang cukup ngeri saya lihat saat itu.

Sementara gojukai lebih banyak memiliki jenis jurus (kata) & relatif lebih bisa bertahan lama untuk pertarungan atas karena lebih dominan mempunyai teknik latihan pernapasan (sanchin). Ini kesimpulan sementara saja.

Sejam kemudian, masuklah seorang senpai bersabuk hitam. Rupanya, doi pimpinan dojo disini. Sekilas tak tampak dia ahli bela diri, sebagaimana pengakuannya seketika pada latihan di suatu hari. Siapa sangka, doi menyimpan kemampuan tingkat tinggi bela diri kempo yang keras. Seringkali tampilan hanyalah bersifat menipu, guys.

Di akhir latihan, kami berkenalan & kembali minta izin untuk ikut latihan rutin dibawah bimbingannya. Salah satu upaya meningkatkan imun di masa corona.

Pada latihan selanjutnya, senpai memperkenalkan berbagai teknik kuda-kuda (kamae), pukulan (zuki), tendangan (geri) & tangkisan (uke). Kempo memiliki 2 jenis teknik yaitu goho (keras) & juho (lunak). Mungkin teknik bantingan, kuncian, tangkapan & lemparan yang tampak lebih keras itu akan diajarkan pada tingkat lanjut.

"Gerakan kempo seperti gerakan anak lonceng (furiko)," kata senpai sambil memperlihatkan liukan badan yang memindahkan berat badan untuk mengelak menyerupai denting lonceng besar di kuil-kuil Jepang.

Kembali saya teringat dengan sebuah kuil tua, Aoshima Shrine, saat mengunjungi Aoshima Island di Prefektur Miyazaki. Ya. Kempo berasal dari kuil Shorinji di Kota Tadotsu Jepang.

"Pendirinya Doshin So. Beliau mantan serdadu yang desersi meninggalkan pasukannya ketika Jepang masih menjajah Manchuria China," kata senpai.

"Apa alasannya? Tak setuju penjajahan?"

"Itu salah satunya," jawab senpai.

Sabtu, 03 Juli 2021

Peradilan 1

Dia pasien yang kedua dari terakhir. Berusia diatas 50 tahun. Uban putih tumbuh dominan di atas kepala. Berbicara cepat tanpa olah vokal yang baik.

"Bapak kerja dimana?"

"Kantor pengadilan agama sebagai hakim"

"Kasus sengketa apa yang terbanyak?"

"Perceraian"

"Benarkah lebih banyak cerai gugat daripada cerai talak?"

"Ya"

"Penyebab?"

"Tak dinafkahi, perselingkuhan & KDRT"

"Apakah ada pengaruh corona dengan peningkatan perceraian?"

"Sebelum corona, angka perceraian sudah sangat tinggi"

Saya lebih mendekat kepadanya demi mencapai jarak lebih pas. Usaha memfilter vokal suara yang kurang jelas. Ditambah lagi adanya masker, penghalang gelombang suara yang menggetarkan tulang-tulang pendengaran.

"Sekarang ada kecenderungan makin maraknya kasus perkawinan di kalangan remaja. Sengketa yang tak bisa dimediasi KUA, dialihkan & didispensasi kepada kami," ungkapnya.

Saya teringat perkataan seorang aktivis perempuan di suatu wawancara TV swasta tentang keprihatinan kasus serupa. Anak sekarang lebih cepat dewasa karena tontonan & pergaulan bebas sementara batas usia nikah makin diperlama.

"Saat ini, berapa umur anak versi pengadilan? Kami di medis, pasien anak dianggap sampai 18 tahun kurang 1 hari"

"Minimal 19 tahun"

"Setahu saya dahulu, usia anak ditetapkan sampai 16 tahun, kenapa sekarang bisa berubah lebih lama?"

Ini tidak sesuai dengan fakta, potensi & kecenderungan perilaku sebagaimana pernyataan aktivis perempuan diatas.

"Itu tergantung kebijakan Mahkamah Konstitusi. Biasanya, jika pimpinan berganti maka berubah pula aturan"

Mestinya batas usia nikah lebih dipercepat atau minimal dipertahankan dengan memperbaiki faktor-faktor penyebab & pemicu seperti ekonomi, kebijakan politik, pendidikan & mengatur batas-batas pergaulan berdasarkan syariah Islam.

Sejak Zia Gokalp (1875-1924) mempopulerkan sekulerisme di Khilafah Ustmaniah dengan hasil bubarnya negara Islam warisan nabi itu & lahirnya banyak negara bangsa, kita masih sangat merasakan berbagai dampak ketimpangan termasuk pada pengadilan beserta prahara otak-atik batas usia anak.

"Meskipun menurut Islam, dia sudah terkategori dewasa tapi hukum positif masih menganggapnya sebagai anak"

"Apa efeknya?"

"Dia tak berhak memiliki surat keterangan dari negara.  Surat itu penting digunakan untuk keperluan administrasi lainnya"

Pada kasus lain, mungkin ini disebut perkawinan dibawah tangan alias nikah siri.

Bisa dimengerti kenapa kasus pacaran & seks bebas, perkawinan & perceraian dini serta dispensasi pernikahan meningkat tajam. Berbagai aturan turut serta menambah terbukanya pintu-pintu kesempatan sekaligus menyenggol sistem syariah.

Pasien itu memperbaiki posisi duduk menghadap kedepan sehingga suaranya lebih mudah terdengar.

"Pengadilan agama juga hanya mengurusi kasus perdata. Kasus pidana milik pengadilan negeri," jelasnya.

Perdata masih mengambil sebagian hukum Islam. Beda dengan pidana. Ini dimulai pada era reformasi Tanzimât (1839- 1876). Di negara +62, sejak masa kolonial sehingga tak heran hukum pidana penjajah Belanda masih dominan diadopsi menjadi hukum positif.

"Apakah pernah perkara pidana memakai hukum Islam?"

"Di Indonesia? Belum. Hukum rajam & potong tangan cuma diterapkan di Malaysia & Arab Saudi"

Seorang Pemetik Harpa pernah berkata bahwa hukum Islam buat sebagian orang dipersempit hanya seputar rajam & potong tangan. Penyimpangan penerapannya lalu digoreng & dibesar-besarkan sehingga terkesan kejam & tak manusiawi.

Padahal banyak intan permata Islam, masih terpendam di alam bawah sadar yang belum terungkap bagi sebagian besar orang. Harta berlian yang menggambarkan bagaimana Islam sebagai rahmatan lil alamin.

Malaysia & Arab Saudi oleh sebagian warga +62 masih menganggapnya sebagai negara Islam. Orang luar juga kemungkinan besar mengira Indonesia merupakan negara Islam. Wajar sebagai efek psikologi sosial.

Pengamatan teliti beserta pendalaman dalil naqli membuktikan bahwa ketiganya belumlah memenuhi syarat-syarat itu. Lebih tepat kita namakan saja sebagai negeri Islam, bukan negara Islam, sebagaimana negara2 mayoritas muslim lain.

Jumat, 11 Juni 2021

BUMN 2

Inilah kali kedua, saya berkunjung ke rumahnya di sebuah cluster perumahan dalam kompleks BTN Kota M. Berlebaran di perkotaan, pengganti mudik kampung yang terlarang karena risiko penularan covid 19.

Awalnya tak tertarik ikut diskusi bersama tamu orang. Namun karena tidak ada pejantan tangguh sebagai teman cerita & adanya desakan Bunga Sakura, terpaksalah saya pergi ke teras depan. Duduk manis sambil mendengar gosip mereka bertiga.

Pembicaraan tentang seorang teman kantor yang masuk IsLam. Tertunda nikah karena surat cerai belum ada. Wanita itu telah berpisah dari suami sebelum muallaf. Tak ada istilah perceraian kecuali pisah karena kematian.

"Proses surat cerai sangat lama & mungkin tak ada. Izin pernikahan juga lebih lambat pada agama sebelumnya," ujar tuan rumah. Dia persilahkan mencicipi kue lebaran. Tersedia beberapa botol sprite & fanta, minuman yang sudah lama tak saya telan.

"Adakah hubungannya dengan istilah nikah & kawin?"

Seringkali kedua diksi itu saya dengar berbeda makna ketika bertugas di pedalamam Papua.

"Ya. Mereka kawin dahulu pakai adat lalu menikah belakangan setelah surat nikah terbit," jelas tamu 1. Dia pernah bertugas selama 8 tahun di Sorong, ibukota Papua Barat, sebagai kepala kantor cabang.

"Solusinya bagaimana?" tanya tamu 2 sambil meletakkan gelas berisi minuman bersoda. Dia berusia paling muda.

Ketiga lelaki itu sama-sama bekerja di kantor BUMN di Kota M. Tamu 1 baru-baru ini ditarik kembali ke Kota M menjadi karyawan biasa. Semakin mempersempit jarak LDR-an dengan isteri, suatu keputusan pembawa hikmah.

"Mestinya dia bisa menikah secara Islami," jawab tamu 1. Dia punya pemahaman keislaman yang lebih daripada 2 temannya. Konon banyak mengisi waktu luang di kantor dengan belajar Islam online secara otodidak.

"Bagaimana dengan paham pluralisme?"

Isme ini mengklaim semua agama harus sama. Tak boleh ada suatu agama mendominasi agama lainnya. Jika paham asing ini dipakai pada kasus ini maka masalah tak akan pernah terpecahkan.

Sementara itu, menurut banyak muallaf, diantaranya Irena Handono, Felix Siauw,
drg. Carissa Grani, MM., AAAK, Yonatan Nandar, agama itu sebenarnya tak sama.

Tentu saja, mereka yang lebih tahu perbedaan antar kedua agama sehingga rela beralih kepada agama baru dengan kesadaran sendiri setelah serius belajar hingga bertahun-tahun.

Menurut mereka, Islam bukan sekedar agama melainkan juga "way of life", memuat aturan menyeluruh dalam berbagai sendi kehidupan. Istilah kerennya, ideologi.

Pernah saya baca di Tafsir Ibnu Katsir QS al-Baqarah ayat 4, para muallaf dari ahlul kitab akan memperoleh 2 pahala karena membenarkan kitab suci otentik agama sebelumnya & meyakini ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

"Banyak umat Islam saat ini hanya mendalami ilmu fiqih daripada ilmu hikmah," kritik tamu 1. Tokoh idolanya Profesor ASY alias BS yang dominan bercorak tasawuf & agak terpengaruh paham liberalisme termasuk tafsir al-Quran metode hermeneutika.

"Fiqih apa yang anda maksud? Contohnya apa? Karena fiqih bersifat kasuistik." Saya cukup gelisah dengan simpulan identifikasi yang bersifat generalisasi.

Dia datang bersilaturahmi kemari merupakan buah dari pemikiran fiqih. Selintas, perkataan tak sesuai dengan kenyataan, alias tak nyambung.

Dia berpikir sejenak lalu berkata, "tak sedikit orang hanya mendalami sholat tapi melupakan perkara sosial."

"Namanya fiqih sosial, Islam selain membahas fiqih ritual seperti sholat, juga membicarakan perkara sosial bahkan urusan kenegaraan. Terakhir ini disebut fiqih daulah."

"Kita mesti lebih mengutamakan rasa cinta dalam pergaulan bahkan kepada semut sekalipun. Berikan mereka makanan!" tamu 1 menoleh ke sisi kiri. Pandangannya tertuju pada gerombolan semut merah berjalan beriringan dibalik kayu.

"Bagaimana dengan nasib banyak pengemis, pengamen & pak ogah di pinggir jalan?"

"Siapa paling bertanggung jawab?" tanya tuan rumah.

"Jawabannya negara jika paham fiqih daulah."

Laki-laki dewasa wajib bekerja & menanggung keluarganya. Jika tak mampu maka beralih ke ahli waris. Bila masih tak mampu maka negara tumpuan terakhir.