Jumat, 17 Januari 2020

Pembanding 1

Mengikuti Seminar dan Workshop Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal + Seminar Manajemen Bencana di Universitas M Kota M. 

Pembicara dari Public Safety Centre (PSC) Provinsi SS membawakan data bahwa kasus kematian usia produktif 5-29 tahun 2018 terbanyak berasal dari kecelakaan lalu lintas. 

Sebagai pembanding, kasus tersebut 3 kali lebih banyak terjadi di Indonesia daripada di Jepang. 

"Saya 3 kali ke Jepang dalam rangka kunjungan banding. Disana, penanganan kasus emergency pre hospital jauh lebih baik dan lebih cepat. Penolong pertama dari tim khusus terlatih dibawah koordinasi Pemadam Kebakaran dan Pemerintah Daerah. Di rumah-rumah sakit utama juga tersedia ambulance emergency udara," ungkapnya. 

Kebiasaan masyarakat dan penegakan hukum berlalu lintas juga sangat berpengaruh menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di Jepang.

Ada jalur khusus pejalan kaki dan sepeda di setiap jalan raya. Pejalan kaki dan pesepeda tak bisa menyeberang jalan seenaknya diluar jalur yang tlah ditetapkan. 

Juga keduanya harus memperhatikan rambu-rambu lalu lintas. Hanya boleh melintas ketika lampu hijau khusus pejalan kaki tlah menyala. Sepertinya kebiasaan baik itu sudah ditanamkan sejak usia TK.

Pencuri Hati 3

Hati terasa tercuri perhatiannya dengan khatib jumat kali ini. Suaranya lembut, raut wajah sejuk dan nada suara dominan datar. 

Isi khutbah sangat baik tentang syarat kebahagiaan menurut al Qur'an, yaitu beriman dan berjihad dengan harta & jiwa. 

Penuturan kaya akan kosa bahasa, meskipun terjadi beberapa pengulangan makna namun penyajian bahasa amat bervariasi sehingga terdengar tak membosankan. 

Wajah dan warna suara sepertinya tak asing lagi, apakah seorang Pemetik Harpa? Sepertinya bukan. 

Hingga pasca sholat sunnah, tiba-tiba dia datang dari arah belakang, menyapa kemudian berjabat tangan, "masih sering datang ke Jl. B?" 

"Astaghfirullah, saya ingat sekarang" 

Dia dosen agama dan komputer di salah satu Perguruan Tinggi Ilmu Kemaritiman di Kota M. Juga sebagai kandidat doktor yang menunggu wisuda tak lama lagi.

Kamis, 16 Januari 2020

Pencuri Hati 2

Setelah berdoa pasca sholat maghrib di sebuah masjid, banyak jamaah berkerumun dan mengelilingi suatu benda. Rupanya, kotak amal masjid baru saja ketahuan kecurian. 

"Kemungkinan waktu kejadian antara ashar - maghrib," kata Jamaah I. 

"Sudah berkali-kali terjadi disini. Kotak amal itu masih baru dan berisi uang paling banyak," ungkap Jamaah II. 

"Kotaknya terbuat dari kaca sehingga isi uang mudah terlihat, " Jamaah III menilai. 

"Bagusnya, pasang kamera CCTV di setiap sudut ruangan," usul Jamaah IV. 

Hati ini merasa penasaran, bagaimana caranya Si Pencuri beraksi. Kaca penutup dipecahkan lalu kunci dibuka dari dalam kotak, mirip adegan penerobosan rumah di film-film holywood. Kriminalitas demokratis sudah melebar ke tempat ibadah.

Selasa, 14 Januari 2020

Pencuri Hati 1

Seorang pemetik harpa meminta untuk mengomentari kasus ini :

https://youtu.be/PH2suwZaeW8

Komentar :

Terlepas dari persoalan isteri muda atau isteri tua, pemicu si Abang katanya bersifat spontan tanpa pikir panjang atas desakan (baca : bertubi-tubi) isteri muda yang menginginkan mobil Honda Jazz.

Keduanya, baik isteri muda maupun suami, tampaknya belum memahami batasan kewajiban menafkahi suami atas isteri.

Suami berkewajiban menafkahi isteri hanya pada kebutuhan primer seperti pangan (makan & minum), sandang (pakaian) dan papan (tempat tinggal).

Bahasa awamnya, mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. 

Kebutuhan itu maksudnya kebutuhan primer sebagaimana penjelasan diatas. Sedangkan keinginan maksudnya kebutuhan sekunder dan tersier.

Pembedaan ini penting untuk meredam keinginan manusia (baca : isteri muda) yang tak terbatas terhadap kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier.

Juga pengetahuan ini mampu mengurangi tingkat stres manusia (baca : suami) terhadap batas kewajibannya sebagai suami. 

Akibat tak paham, suami menjadi stress akibat permintaan isteri diluar kemampuan dan diluar pemahaman.

Keinginan terhadap kebutuhan sekunder dan tersier nantinya bisa saja dipenuhi melalui 2 filter, yaitu penting dan/atau mendesak.

Ini faktor internal. 

Adapun faktor eksternal, kasus diatas bisa dipicu oleh lingkungan yang bersifat materialistik, termasuk lingkungan online. 

Sekarang, orang lebih mudah cemburu melihat orang lain di medsos punya kendaraan melebihi dirinya. 

Diperparah lagi oleh sistem hukum yang tak membuat efek jera buat pencuri (kecuali pencuri hati). 

Akibatnya orang akan lebih mudah terpicu secara spontan untuk mencuri tanpa pikir panjang lagi.

Minggu, 12 Januari 2020

Tirai Poligami 6

Bersama Bunga Sakura bincang-bincang tentang problematika seorang keluarga sahabat, pelaku poligami. Suami pengusaha properti, isteri I IRT domisili di Kota M dan isteri II bisniswoman di Kota J. Jarak yang amat berjauhan letaknya. 

Keputusan strategis suami adalah mengajak isteri II pindah ke Kota M tapi sangat ditentang oleh isteri I karena rasa cemburu. Puncak konflik di tahun pertama poligami yang nyaris berakhir perceraian. 

Suami menurunkan tensi ketegangan dengan mengalah lalu menandatangani surat pernyataan tak akan membawa isteri II, didepan mertuanya. 

Secara alami, penyesuaian-penyesuaian karakter akan terjadi antar 3 belah pihak (suami, isteri I & II) beserta 3 keluarga besar yang akan segera menyusul di kemudian hari. 

Beruntungnya keluarga ini, karena memiliki kesamaan pemahaman Islam sehingga mempunyai "akar pohon keluarga" yang relatif lebih kuat secara internal terhadap berbagai goncangan di masa depan. 

Hanya butuh waktu beradaptasi dan manajemen perasaan beserta teknik komunikasi yang perlu lebih diperbaiki lagi.

Sabtu, 11 Januari 2020

Ratu Hebring 2

Di suatu pagi, saat mengisi status pasien obgin, Ratu Hebring bertanya tentang pengalaman salah naik pesawat selama berada di Jepang. Beberapa "dayang-dayang istana" berdiri melingkar ikut mendengarkan. 

"Benarkah informasi itu?" tanya Ratu Hebring.

"Ya benar. Sore itu sendirian balik kembali ke Indonesia, penerbangan dari Miyazaki menuju Tokyo. Seharusnya naik ANA namun karena salah informasi tak sengaja pakai Solaseed Air. Dua penerbangan pada satu gate dengan jadwal penerbangan yang sama. Tersadar salah pesawat ketika sudah terlanjur duduk dalam pesawat Solaseed Air dan terlihat pesawat ANA mulai take off di depan. Tak berani lapor dan hanya duduk pasrah sambil banyak berdoa. Sedikit terhibur dan berprasangka baik, berpatokan pada jatuhnya bayangan pesawat disebelah kanan, artinya pesawat terbang ke utara yaitu arah Tokyo. Karena matahari terbenam disebelah barat, kiri pesawat adalah barat, kanan pesawat sebelah timur. Tokyo berada di utaranya Miyazaki, depan pesawat adalah utara, belakang pesawat sebelah selatan."

Tirai Poligami 5

Di tengah beberapa perawat dalam ruangan IGD, lagi-lagi terjadi diskusi diseputaran poligami. 

"Bagaimana hukumnya jika isteri I menggugat cerai suami yang kawin lagi? Apakah dia berdosa" tanya Perawat I. 

"Jika isteri I memberikan syarat sebelum nikah tidak mau dipoligami maka dia berhak mengeksekusi syarat itu jika poligami benar terjadi dan dia tidaklah berdosa." 

"Bagaimana status syarat harus menceraikan isteri I?" tanya Perawat II.

"Syarat seperti itu tak boleh."

"Itu banyak terjadi pada praktek poligami," tambahnya lagi.

"Keduanya, yaitu suami dan isteri II, berdosa jika terjadi perceraian suami dengan isteri I akibat syarat yang fasad itu."

"Bagaimana dengan keadilan?" tanya Perawat III. 

"Adil bukanlah syarat sah poligami melainkan kewajiban saat berpoligami. Jika tak adil maka suami berdosa namun tak sampai membatalkan akad pernikahan poligami." 

"Laki-laki yang sengaja menelantarkan tanggungannya (seperti isteri dan anak) terutama pada kebutuhan primer individu (makanan, minuman, pakaian & tempat tinggal), akan dikenai sanksi oleh negara," kata Pemetik Harpa di suatu malam.