Rabu, 19 Februari 2020

Kapal Besi 5

"Insya Allah 2 bulan lagi, saya mau ke Turkey," ujar Bunga Sakura diluar dugaan. 

"What? Keperluan apa?" 

"Ikut seminar internasional"

Rencana berisiko dan berbau nekat. Disaat virus corona sedang mengancam penerbangan kapal besi internasional. 

Setelah kepulangan dari Jepang, membuat "suasana lutut" agak sedikit bergoyang. 

Undangan Menteri Besar J untuk makan durian bulan ini di Negeri M terancam batal karena dua alasan yang sama. 

Meskipun perjalanan tak sampai 24 jam namun kepergian seorang wanita diluar negeri tetaplah mesti ditemani mahram atau suaminya untuk memastikan keamanan dan tempat tinggalnya aman dan syar'i. 

Adapun calon suami belum boleh mendampingi perjalanan seorang wanita baik didalam maupun diluar negeri.

Kamis, 13 Februari 2020

Pembanding 3

"Bagaimana Anda menanggapi perbedaan semangat kerja antara masyarakat Jepang dengan Indonesia? Saya melihat dengan mata kepala sendiri keduanya sangatlah berbeda. Jepang sebagai negara maju memiliki warga dominan 'gila kerja'. Indonesia? Negara maju dari belakang dengan masyarakat dominan terlalu santuy. Bisa dibayangkan bagaimana waktu kerja disini diisi dengan bermain domino. Kemana arah dan semangat kerja versi Islam?" 

"Memang benar, karakter masyarakat Jepang dan negara-negara kapitalisme lainnya akan seperti itu karena mereka dipaksa mengejar penghasilan setinggi-tingginya karena beban hidup yang sangat tinggi. Efek sampingnya, hidup tak bahagia dan mengalami stres tingkat tinggi. Islam menganggap bekerja adalah ibadah sehingga memiliki tujuan jelas baik di dunia dan akhirat," jawab Pemetik Harpa dengan santuynya.

Rabu, 12 Februari 2020

Pembanding 2

"Negara wajib menjamin tersedianya alat pemuas kebutuhan, baik kebutuhan primer, sekunder & tersier. Alat pemuas kebutuhan primer (sandang, pangan dan papan) wajib terdistribusi dan dimiliki oleh setiap individu warga negara, orang per orang. Alat pemuas kebutuhan sekunder dan tersier juga wajib dijamin persediaannya melalui mekanisme pasar dan boleh dimiliki oleh warga yang mampu memperolehnya sesuai keinginan. Jika keduanya (kebutuhan sekunder & tersier) tak tersedia berarti penguasanya gagal membuat negara menjadi sejahtera," kata Pemetik Harpa. 

Saya teringat dengan perbincangan 2 narasumber Smart Financial Wisdom dengan tema Menjadi Kaya atau Sejahtera di Radio Smart FM bulan lalu di Kota M. 

Mereka membedakan istilah orang kaya dan orang sejahtera. Katanya, orang kaya belum tentu sejahtera dan orang sejahtera tidak harus kaya. Lalu perbedaan kaya dan sejahtera apa ?

Orang kaya berkaitan dengan besaran nominal penghasilan sedangkan orang sejahtera berhubungan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan hidup di masa kini dan masa depan.

Sepertinya istilah kaya dan sejahtera bisa dipakai untuk membedakan antara negara kaya dan negara sejahtera. 

Negara kaya belum tentu sejahtera sebagaimana terjadi pada sistem ekonomi kapitalisme dimana kekayaan menumpuk hanya pada segelintir orang karena bermasalah dari sisi distribusi kekayaan dengan Rasio Gini mendekati angka 1.

Sedangkan negara sejahtera tidak harus kaya karena tingkat distribusi kekayaan di masyarakat lebih merata dengan Rasio Gini mendekati angka 0 seperti pada penjelasan sistem ekonomi Islam.

Seteru 3

"Bagaimana tanggapan Anda tentang sengketa tambang di Desa RR Pulau W?" 

"Warga mempermasalahkan pengalihan lahan dari perkebunan jambu mete menjadi lahan pertambangan nikel," jawab Pemetik Harpa.

"Bagaimana jika lahan milik individu (private property) mengandung bahan tambang sebagai milik umum (public peoperty) dalam jumlah besar?" 

"Jika negara mengambil kebijakan untuk menambangnya maka lahan individu itu mesti dibebaskan dengan cara lahan atau lahan plus tanamannya dibeli dengan harga wajar" 

"Jika ada pemilik lahan menolak?" 

"Penting lakukan sosialisasi." 

Sebagai harta milik umum (public property), pengelolaan tambang tersebut tidak boleh diberikan kepada pihak swasta. 

Negara sebagai wakil rakyat wajib mengelola, mengontrak tenaga kerja termasuk tenaga ahli pertambangan. Lalu hasilnya 100 persen dikembalikan kepada rakyat.

Ekonomi 6

Tertulislah dalam Buku Sistem Ekonomi bahwa hakekat harta adalah milik Allah SWT lalu mengizinkan untuk manusia memiliki dan mengembangkannya sesuai syari'ah. 

Izin kepemilikan harta terbagi atas 3 jenis yaitu milik individu (private property), milik umum (public property) dan milik negara (state property). 

Pemerintah sebagai wakil rakyat diberikan kewajiban untuk mengelola harta milik umum (public property) dan hasilnya utuh 100% dikembalikan kepada rakyat. 

Harta milik umum (public property) tidak boleh diberikan kepada individu (swasta) baik secara gratis maupun barter. 

Sedangkan harta milik negara (state property) dan milik individu (private property) boleh diberikan kepada pihak lain atau orang tertentu. 

Harta milik umum (public property) dan negara (state property) masuk dalam kas negara (baitul mal). 

Belanja anggaran juga berdasarkan syari'ah. Harta milik umum (public property) dibelanjakan terutama untuk pembiayaan pelayanan primer publik seperti kesehatan, pendidikan dan keamanan.

"Bagaimana jika dana milik umum (public property) tidak mencukupi ?"

"Bisa diambil dari harta milik negara (state property)," jelas Pemetik Harpa.

"Jika dana milik negara (state property) juga kurang ?"

"Negara boleh memberlakukan pajak yang bersifat sementara dan hanya berlaku untuk warga laki-laki, dewasa, kaya dan muslim," tambah Pemetik Harpa.

"Dana dari mana untuk gaji PNS dan bangunan milik negara termasuk instalasi militer ?"

"Berasal dari dana milik negara (state property)," tutup Pemetik Harpa.


Selasa, 11 Februari 2020

Dingdong 2

Mantan pemilik Dingdong menceritakan kisah tragis sebuah keluarga pengusaha warung makan. 

"Setelah cekcok dengan isteri, nekat membangun cabang bisnis mengandalkan utang berbunga," ucap pengusaha berambut gondrong.

Belum usai masalah rumah tangga, dihadapkan pada masalah baru bagaimana membangun dari awal bisnis warung makan.

Bekerjasama dengan seorang haji pemilik lahan. Sesuai perjanjian, setiap transaksi akan diberikan kepadanya Rp 1000,- tanpa sewa lahan dan tempat.

Tanah kosong dipinggir jalan itu lalu dibangunkan warung baru dengan utang berbunga dari seorang ibu haji. "Bunga sekitar 40%," jelasnya.

Karena perencanaan kurang matang, sistem akad usaha yang tidak syar'i dan cenderung melarikan diri dari masalah maka hasil usaha baru itu tak sesuai harapan. 

Silih-bergantian tagihan utang berdatangan dari para pemilik modal yang tidak punya beban menanggung risiko kerugian, khas kerjasama konvensional yang tidak syar'i. 

Akibatnya, tambah stres memikirkan bagaimana membayar utang pokok plus bunga per bulan disaat pelanggan belum seberapa banyaknya. Kembali ambil langkah seribu, lari ke Negeri M.

Warisan utang dari Bu Haji dibebankan kepada Pak Haji karena bangunan berada diatas tanahnya. Pak Haji ikutan stres bagaimana bisa melanjutkan bisnis yang tidak dikuasainya itu. Risiko rugi dan rugi lagi.

Pemetik harpa pernah berkata bahwa pinjam-meminjam ribawi sudah biasa berjalan di tengah masyarakat demokratis. Mulai dari kalangan atas hingga kalangan bawah. Pengusaha besar maupun pengusaha kecil. Utang negara sampai utang rumah tangga. 

Sebuah turunan problematika sistem ekonomi kapitalisme yang sudah mendarah daging dan terlanjur menggurita. Bahkan menjadi asas untuk mengembangkan harta kekayaan.

Senin, 10 Februari 2020

Kapal Besi 4

Makin kemari, smakin penasaran mengikuti perkembangan wabah Virus Corona di Negeri C. Rupanya kian mengerikan efeknya. 

Kota terisolasi, keluar masuk kota menjadi terlarang. Ada penahanan warga yang hendak melarikan diri oleh aparat kepolisian. Juga pengusiran warga yang sempat meloloskan diri untuk tidak masuk ke kota lain oleh warga lokal hingga sebagian berkata," Masihkah negara ini adalah negara kami?"

Awalnya berpikiran positif, sesuai pengalaman, Pemerintah C bisa segera mengatasi problem "berulang" ini dengan mendirikan rumah sakit hanya dalam hitungan hari. 

Namun tayangan youtube memperlihatkan, warga antri mendaftar di rumah sakit hingga 8 jam. Rumah sakit penuh sesak sampai-sampai jika Anda terlanjur masuk ke dalam aliran antrian maka Anda hampir mustahil tak bisa lagi keluar dari sana.

Beberapa tayangan memperlihatkan proses cepat kematian pneumonia virus corona ini. Tiba-tiba tubuh kejang lalu mati merana. Mirip korban-korban kematian pada Film Death Note.

Mayat-mayat yang terbungkus selimut dibiarkan begitu saja sendirian di lorong-lorong rumah sakit bercampur dengan para pengunjung yang masih sehat. Ini berpotensi besar menjadi sumber penularan baru lainnya. Amat sadis, guys.

Penerbangan Kapal Besi juga dihentikan dari dan menuju Negeri C oleh banyak negara. Ini akan memukul keras industri dan perdagangan lokal, regional dan mungkin internasional.

Secara ilmiah, virus RNA tercipta mudah mengalami mutasi gen saat replikasi. Virus sebagaimana manusia, keduanya sebagai makhluk dari al Khalik yang Maha Pencipta dan Maha Pengatur. 

Wabah kutukankah karena dosa besar termasuk menindas muslim Uygur? 

Teringat kembali do'a kemarahan terucap lirih disetiap sholat masih dalam suasana umat Islam se-dunia berunjuk rasa membela saudara-saudaranya disana beberapa bulan sebelum terjadinya wabah. 

"Ya Allah Yang Maha Perkasa. Tunjukkanlah kekuasaan-Mu di negeri itu yang mampu menggetarkan pemerintahan komunis C." 

Sebuah pengharapan tulus diantara jutaan do'a korban muslim Uygur, puluhan juta keluarganya dan milyaran muslim se-dunia lainnya.

Alam dan Sang Pencipta alam tampaknya berespon memperlihatkan kemurkaan-Nya kali ini.