Minggu, 13 September 2020

Developer

Malam itu, selepas maghrib, saya bincang-bincang dengan dua kenalan baru dan perawat juragan kos. 

Keduanya kental berlogat suku S dan berasal dari kota B. Kontrak di penginapan kira-kira baru sebulan. Kerja di sebuah perusahaan developer perumahan.

Jumat, 28 Agustus 2020

Suami Andalang 9

Betapa beruntungnya dirimu mempunyai pasangan hidup yang sepemahaman. Mendayung bersama biduk rumah tangga menuju tepian yang sama. Gunakan kompas halal haram sebagai acuan. Hingga bersatunya aturan dan rasa.

Lebih beruntungnya lagi dirimu memiliki pasangan yang seperguruan. Hidup hingga matinya terkontrol oleh aturan kepartaian. Terlahir dari aqidah yang kokoh, mengakar dan membumi dalam buaian syariah.

Anda hanya mengarahkan 20 persen keinginannya. Selebihnya, biarkan pion-pion jama'ah menjamahnya. Maka harmoni suara petikan harpa pelan-pelan akan merasuki sudut kamar rumahmu.

Sebaliknya, di zaman edan, lebih 60 persen aturan hidup demokratis tanpa sadar membuat luka di hatimu. Perluas wawasan, kendalikan kalbu, hindari membuli keras  pasangan dalam ketaksengajaan dan keterpaksaan.

Dunia terbalik merenggut banyak akal sehat kita. Tubuh baligh belum menjamin kedewasaan berpikir. Terbiasa berenang dalam lumpur dosa akan mengotori cermin hati sedikit demi sedikit.

Tebalnya debu kaca tak mampu merefleksikan sebuah citra. Dia tlah buta kepada datangnya cahaya kebenaran. Telat berpikir hingga berada pada level naluri kekanakan.

Rutin menjaga dan membersihkan cerminan hati. Keluarlah dari zona nyaman kekufuran dan kemunafikan. Hingga kita merasakan kembali nikmatnya iman daĺam jamaah. Lalu melangkah bersama mengubah frekuensi lingkungan dan sistem yang rusak menjadi normal kembali.

Hasil diskusi online bersama suami andalang dari Jakarta di suatu malam yang dingin.

Rabu, 26 Agustus 2020

Suami Andalang 8

Ketika Anda tercerahkan dengan batasan halal dan haram, tantangan berikutnya adalah bagaimana menyatukan pemahaman akan standar hidup itu kepada pasangan Anda.

Pisahkanlah persoalan pemahaman dan karakter. Pemahaman lebih dahulu Anda ubah dengan standar halal haram lalu karakter akan mengikut dibelakangnya.

Pelajari cepat bagaimana karakter pasangan hidup Anda. Itulah jalan menuju adaptasi yang selalu pasti terjadi dalam batasan waktu tertentu.

Karakter berbeda adalah anugerah Ilahi yang diberikan kepada kalian berdua demi saling melengkapi berlayarnya biduk rumah tangga menuju tepian. Fokuslah pada persamaan sementara posisikan perbedaan sebagai kekayaan pelengkap.

Bedakan pula masalah prinsip, teknis dan perkara sepele. Jangan sampai hanya persoalan "ngorok" dan lokasi pencet pasta gigi, membesarkan api perbedaan. Sementara kerja di tempat haram, Anda tak pedulikan.

Janganlah menomorsatukan perkara teknis misalnya komunikasi daripada perkara halal haram. Itulah mengapa terus belajar merupakan kewajiban yang tak boleh ditinggalkan. Ilmu syari'ah dan ilmu parenting salah duanya.

Masukkan pula variabel eksternal, yaitu lingkungan keluarga dan sistem aturan kehidupan yang diberlakukan negara demokratis. Daya tusuknya lebih 60% membuat prahara rumah tangga selalu membara. Maka waspadalah!

Hasil diskusi online bersama suami andalang dari Jakarta di suatu malam yang dingin.

Rabu, 12 Agustus 2020

Sang Asisten 1

Alhamdulillah setelah berbulan-bulan lamanya, menunggu dengan kesabaran hati, doi yang baru akhirnya bisa berperan sebagai asisten pribadi.

Baik hatinya. Rela memberikan segala-galanya. Slalu hadir di saban waktu dan tempat. Dalam setiap penerbangan, senang berada di pangkuan dan seringkali riang gembira meski harus digendong di punggung melintasi 2 lautan.

Asisten sebelumnya tak kalah baiknya. Bertahun-tahun hidup menemani dalam suka maupun duka. Hingga di suatu waktu, doi terjatuh dari sebuah taxi. Tanpa pelindung, tubuhnya membentur aspal jahat.

Sejak saat itulah, dirinya mulai sakit-sakitan. Berkali-kali diterapi namun penyakitnya kambuh kembali. Meskipun dalam keadaan sakit kronis, doi masih mampu memberikan sedikit harapan.

Mata indahnya makin kabur seiring bertambahnya waktu. Tak disangka, ini membuat efek samping kedutan sekitar mata kananku. Saya konsultasikan kepada teman ahli saraf Kota M. "Itu gejala tic facialis," tulisnya.

Berbulan-bulan lamanya masalah saraf ini timbul tenggelam. Benar-benar sangat mengganggu. Kedipan mata kanan bisa menimbulkan salah paham kepada lawan jenis. "Itu kode keras, dia tertarik kepada diriku," asumsi mereka (preeet !).

Obat dari dokter saraf di Kota K tak selesai diminum karena perubahan tak signifikan. "Saya takut ketergantungan obat." Pernah difisioterapi oleh seorang ahli di Kota M. "Batasi melihat doi, paling lama 2 jam sehari," sarannya.

Pernah akalku hampir hilang karena putus asa hingga menghubungkannya dengan dunia mistik. "Maybe penyakit kiriman orang." Saya hanya berdoa jika jin jahat pelakunya maka masukkanlah mereka kepada golongan jin baik.

Entah bagaimana di waktu-waktu terakhir, setelah doi berminggu-minggu menutup mata buat selama-lamanya lalu hadirnya asisten baru, gangguan saraf ini akhirnya hilang terbawa angin lalu. Alhamdulillah.

RIP buat Lenovo hitamku yang malang. Irasshai kepada Asus, Sang Asisten baru berkulit merah marun yang masih mulus.

Senin, 10 Agustus 2020

The Dark Site 5

Dia terlihat paling sibuk diantara keluarga pasien rencana rujukan. Aktif bertanya kepada petugas kesehatan. Hingga suatu ketika di ruangan bangsal, dia berkata kepadaku.

"Saya mantan pengguna narkoba"

"Sejak kapan?"

"10 tahun lalu, saya berhenti"

"Apa alasan paling kuat, bapak tak mau lagi?"

"Saya memikirkan keluarga. Lebih baik uang beli narkoba digunakan untuk keperluan sehari-hari anak isteri"

Bentuk tubuh ectomorph, kulit sawo matang, wajah triangle dan pipi tirus. Inikah yang disebut muka morpinis?

Sebutan pembangkit penyesalan yang pernah disematkan kepadaku oleh seseorang yang terkenal "galak" ketika masih berstatus koas yang ngos-ngosan.

"Bagaimana bisa bapak tak kecanduan seperti pemakai yang lain ?"

"Waktu itu belum sampai parah. Saya dengan kesadaran sendiri rutin berobat ke rumah sakit jiwa di Kota K"

"Berapa lama terapi?"

"Sekitar 8 bulan"

Dia mengatakan bahwa narkoba itu adalah bisnis menggiurkan.

"Tolong bapak jelaskan!"

"Harga yang harus dibayar 200 ribu sampai 300 ribu rupiah setiap paket. Para bandar akan selalu mencari korban baru"

Dalam suatu diskusi online, seorang pemetik harpa berkata bahwa barang dalam kacamata konvensional jika masih memiliki kegunaan buat komunitas tertentu maka masih dianggap sebagai barang komoditas yang layak diproduksi.

Nilai guna (utility value) ada pada barang narkoba buat orang-orang tertentu. Berpotensi membawa keuntungan besar bagi para kapitalis. Narkoba punya harga, layak ditukar dengan uang. Artinya, narkoba memiliki nilai tukar (exchange value).

"Menurut bapak, apa yang kurang sehingga peredaran narkoba makin meluas hingga masuk desa?"

"Pengawasan. Kalau perlu pasang alat detektor narkoba di kapal ferry. Sekarang peredaran makin canggih, pakai pesawat."

Saya meragukan penyalahgunaan "ini barang" akan selesai dalam lingkungan buruk yang dipenuhi orang-orang jahat seperti sekarang.

Benarlah pernyataan seorang kapolsek yang pernah berkata kepadaku di depan rumah sakit lama.

"Kami ini bekerja seperti pencuci piring. Sibuk membersihkan piring kotor yang tak ada habisnya. Hasil dari aturan yang dibuat ditingkat atas."

Rabu, 15 Juli 2020

BPJS 1

Wow, pasien ini sangatlah unik. Berusia hampir 70 tahun tapi punya daya kritik yang sangat luar biasa. 

Pensiunan BUMN sejak 11 tahun. Memiliki 4 anak kandung dan seorang anak angkat. 

Beliau mempertanyakan 2 jenis obat yang diganti sepihak. 

"Saya tak mempermasalahkan siapa-siapa tapi sebagai orang awam punya hak bertanya," keluhnya dari balik masker.

"Nanti bapak tanyakan kepada apoteker alasan pastinya apa? Boleh jadi obat itu kosong atau sudah tidak ditanggung BPJS." 

"Sekarang iuran BPJS naik 2 kali lipat berdasarkan Perpres padahal tlah dibatalkan MA. Mestinya pelayanan juga ikut meningkat" 

"Banyak anggapan masyarakat bahwa dana itu dialihkan untuk menutupi defisit anggaran. Hati-hati jangan menyalahkan utuh petugas BPJS karena mereka hanya menjalankan kebijakan dari atas sebagaimana nasib PLN."

Rabu, 01 Juli 2020

Politik 4

Bolehlah usianya kita katakan paruh baya menjelang senja namun fisik dan pikirannya tampaknya masih segar bugar. 

Efek dari keterpanggilan mengamati berbagai fenomena alam demokrasi yang makin liar. Dia bagian dari pengamat informal kelas "kentang". Kabar baiknya, politisi yang banyak akal itu biasanya awet muda, lho.

Di warung sederhana, dia berkata, "bantuan sosial dampak corona sudah mulai cair untuk pemilik usaha kecil. Janjian awal berupa dana 500 ribu lalu diganti dengan beberapa unit sembako." 

"Nilai totalnya berapa?" 

"Tidak tahu. Menurut saya lebih baik kompensasi uang untuk menambah modal usaha. Saya perkirakan bantuan itu suatu tanda akan terjadi lonjakan kenaikan harga barang di tahun depan. Contoh kebijakan gratis bayar listrik 450 VA dan diskon 50% listrik 900 VA selama 3 bulan tapi harga listrik terbukti naik setelahnya," ungkapnya.

"Itu wajar karena sumber utama pemasukan negara demokrasi berasal dari pajak (termasuk iuran) dan utang. Ketiganya akan naik seiring waktu apalagi sekarang dipicu dampak global corona."

Saya mengunyah bulatan nyuknyang bakar. Setelah gerakan menelan teraba di leher, saya melanjutkan kisah malam.

"Kenaikan harga sekian persen sebagai tanda inflasi kronik dari sistem moneter kapitalisme. Penyebabnya adalah mata uang kertas yang tak dijamin logam mulia."

"Maunya saya, uang seribu-an diganti dengan dua ribua-an agar kami pedagang lebih untung," dia memperbaiki peci hitam di kepala.

"Itu bisa saja terjadi di masa depan jika keadaan ini terus berlanjut. Biasanya siklus krisis moneter terjadi dalam 10 tahun namun makin kesini mendekati 5 tahunan. Laju lonjakan harga barang dan jasa tak sebanding dengan kenaikan pendapatan."

Dia terdiam sejenak lalu saya melanjutkan cerita malam.

"Dalam sistem Islam, inflasi relatif tak terjadi karena cetakan uang yang beredar luas di masyarakat akan disesuaikan dengan ketersediaan emas dan perak di baitul maal. Akibatnya nilai tukar mata uang akan selalu stabil. Harga barang dan jasa juga akan terjangkau oleh daya beli masyarakat."

Saya meneruskan stori malam.

"Pajak dan iuran warga bukanlah sumber pemasukan utama negara dalam sistem Islam. Keduanya hanya berlaku sebagai jalan terakhir jika kas negara kosong. Bersifat sementara dan wajib pajak hanya berasal dari orang kaya, dewasa dan laki-laki."

Saya menambahkan narasi malam.

"Utang tanpa bunga dan tanpa syarat-syarat yang merugikan atau berpotensi membahayakan kedaulatan negara, boleh diambil sebagai jalan terakhir. Namun saat ini lebih utama, utang negara ditinggalkan saja."

"Sekarang antara ekonomi dan agama tak sejalan. Agama mengatakan bahwa banyak anak banyak rezeki. Tapi sekarang makin banyak anak, pengeluaran semakin besar misalnya untuk kuliah," dia punya anak kuliahan di Kota K.

"Dalil agama itu sudah benar jika kita berada dalam sistem Islam. Misalnya biaya pendidikan itu sebenarnya kewajiban negara di setiap jenjang pendidikan tanpa batasan jumlah anak. Orang tua tak perlu khawatir dengan jumlah anak bahkan jumlah isteri (sampai 4) beserta biaya hidup mereka. Harga kebutuhan sehari-sehari juga akan terjangkau oleh masyarakat."